China Mendesak AS

Jakarta, Maret.id — Presiden China Xi Jinping meminta Amerika Serikat dan Iran segera kembali ke jalur penyelesaian isu melalui perundingan dan negosiasi untuk meredakan ketegangan regional.
Seruan untuk Perundingan
Dalam pernyataan yang disampaikan terkait pembicaraan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat kunjungan sebelumnya di Gedung Putih, Xi menekankan pentingnya komitmen kedua pihak pada solusi damai. Ia mengingatkan bahwa momentum pembicaraan harus dipertahankan agar langkah diplomatik tidak terhenti.
Penegasan Kedaulatan dan Keamanan
Xi menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan setiap negara harus dihormati sebagai prinsip dasar penyelesaian konflik internasional. Menurutnya, penghormatan atas prinsip-prinsip tersebut merupakan prasyarat bagi setiap proses deeskalasi dan dialog yang konstruktif.
Peran China dalam Meredakan Ketegangan
China, kata Xi, terus berupaya memainkan peran konstruktif untuk meredakan ketegangan serta mendorong langkah-langkah deeskalasi yang konkret. Ia mengatakan Beijing siap memfasilitasi atau mendukung inisiatif diplomatik yang memajukan perdamaian dan stabilitas regional.
Xi juga mendorong agar kedua pihak menunjukkan itikad baik dengan kembali ke Nota Kesepahaman (MoU) yang pernah dibahas di Islamabad. Ia menilai pengaktifan kembali kesepahaman tersebut dapat menjadi titik awal bagi pembicaraan yang lebih luas.
Dalam pandangan Xi, perundingan tidak boleh hanya bersifat simbolis tetapi harus diarahkan pada kesepakatan komprehensif. Kesepakatan tersebut idealnya mencakup isu-isu nuklir serta persoalan lain yang menjadi sumber ketegangan bilateral dan regional.
Ia menambahkan harapan agar AS dan Iran pada akhirnya mencapai solusi yang dapat dipertahankan dan diterima oleh masyarakat internasional. Xi mengajak semua pihak untuk mengedepankan diplomasi sebagai jalan keluar jangka panjang.
Pernyataan Xi mencerminkan upaya Beijing untuk memainkan peran mediasi pada saat situasi geopolitik global sedang memerlukan langkah-langkah pengurangan risiko. China menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan aktor internasional lain demi tercapainya stabilitas.
Para pengamat menilai bahwa ajakan China itu juga menandai dorongan diplomatik yang lebih luas dari Beijing untuk terlibat aktif dalam penyelesaian konflik internasional. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi China untuk memperkuat peran globalnya di bidang diplomasi dan keamanan.
Sejumlah pihak berharap inisiatif-inisiatif diplomatik semacam itu dapat mengurangi risiko eskalasi militer dan membuka ruang bagi dialog yang lebih substantif. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan perundingan akan sangat bergantung pada niat politik dan konsistensi tindakan kedua belah pihak.





