Kebakaran Berulang di Magetan, Diana Sasa Minta Polisi Selidiki

Jakarta, Maret.id — Kebakaran hutan dan lahan yang berulang di Kabupaten Magetan menimbulkan perhatian dari DPC PDI Perjuangan Magetan. Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, meminta Polres Magetan untuk mengusut penyebab kebakaran, terutama yang terindikasi berasal dari aktivitas manusia.
Permintaan tersebut disampaikan setelah BPBD Magetan mengungkapkan bahwa aktivitas manusia merupakan salah satu pemicu kebakaran lahan. Aktivitas tersebut antara lain membakar sampah, puntung rokok, hingga dugaan adanya kesengajaan dalam pembakaran.
“Kalau sudah ada dugaan kesengajaan yang disampaikan BPBD, menurut saya aparat keamanan perlu masuk dan menelusuri. Bukan untuk buru-buru mencari tersangka, tetapi untuk memastikan sebenarnya apa penyebab kebakaran yang terus berulang ini,” kata Diana.
Dia juga mengapresiasi kerja petugas dan relawan dalam memadamkan kebakaran. Namun, Diana menekankan penanganan tidak boleh berhenti setelah api dipadamkan.
“Jangan sampai polanya terus berulang: ada api, petugas datang, api padam, lalu selesai. Kita harus mulai masuk satu tahap lebih jauh. Dari mana api berasal? Apa penyebabnya?” tuturnya.
Berdasarkan laporan resmi Pemkab Magetan pada 5 Agustus 2026, Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, melaporkan terdapat 45 kejadian kebakaran lahan antara Mei hingga Juli 2026. Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
Kebakaran terus terjadi pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di kawasan Gunung Bancak dan lereng Gunung Lawu. Diana menganggap banyaknya kejadian tersebut sudah cukup untuk melakukan penelusuran lebih sistematis terhadap asal dan penyebab api.
Polres Magetan sebelumnya telah mengingatkan masyarakat bahwa kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan kebakaran hutan dapat memiliki konsekuensi hukum. “Kalau indikasi pidananya ada, tentu kepolisian yang mempunyai kewenangan untuk menyelidiki dan membuktikan. Kami mendorong Polres Magetan menelusuri kejadian-kejadian yang memang memiliki indikasi tersebut,” imbuh Diana.
Meski mendorong kepolisian untuk bertindak, Diana menekankan bahwa permintaan tersebut tidak berarti semua kebakaran di Magetan disebabkan oleh kesengajaan. “Tidak. Jangan dibalik. Kita tidak mengatakan semua kebakaran sengaja dibakar dan kita juga tidak menunjuk siapa pun,” tegasnya.
Diana juga meminta BPBD, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, Damkar, dan pemerintah desa untuk memberikan data serta hasil asesmen lapangan yang diperlukan untuk menyelidiki setiap kejadian. Koordinasi lintas sektor, termasuk kepolisian dan TNI, dinilai penting oleh Diana.
Dia meminta perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan disampaikan kepada masyarakat secara berkala melalui konferensi pers maupun media sosial. “Tidak perlu membuka materi penyelidikan yang belum boleh dibuka. Tetapi masyarakat perlu tahu: kejadian mana yang penyebabnya sudah diketahui dan mana yang masih dalam penyelidikan,” kata Diana.
Dia menambahkan, pengungkapan penyebab kebakaran sangat penting untuk menentukan pola pencegahan di masa mendatang. “Kalau setiap kali hanya apinya yang kita padamkan tetapi penyebabnya tidak pernah kita cari, tahun depan kita bisa menghadapi persoalan yang sama lagi,” pungkas Diana.





