Fisichella KW Guncang Sirkuit Bukit Peusar, Raih 2 Podium Sensasional!

Jakarta, Maret.id — Lady racer Fisichella Kusuma Wardani (KW) mengungkapkan bahwa Sirkuit Bukit Peusar yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki tantangan tersendiri bagi para pembalap dalam ajang Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026. Menurutnya, karakter lintasan ini dapat diibaratkan mirip dengan roller coaster, berkat kontur dan tikungan yang curam.
Tantangan di Sirkuit Peusar
Fisichella, yang dikenal dengan nomor balap 184, berkomentar bahwa kesulitan bagi para pembalap di sirkuit ini berasal dari kontur naik turun yang ekstrem. “Kalau ini dia kesulitannya karena naik turun aja sih kalau orang bilang sirkuit ini kayak roller coaster,” papar Fisichella pada Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menyatakan bahwa Sirkuit Peusar menawarkan tingkat kesulitan kedua tertinggi setelah Sirkuit Sentul di Bogor. Fisichella mengakui sempat merasa frustrasi ketika melakukan kesalahan di Sirkuit Sentul. “Setelah Sentul pertama, Sentul tuh salah racing line pertama sampai berikutnya salah semua, susah,” ungkapnya.
Kesuksesan di AHDC 2026
Meskipun sirkuit ini penuh tantangan, Fisichella berhasil meraih dua gelar juara pada ajang AHDC 2026 yang diadakan di Sirkuit Peusar. Ia menempati posisi teratas di kelas matic 130cc standar wanita dan meraih juara kedua di kelas matic standar 130cc pemula.
Kepiawaian Fisichella dalam balapan tidak lepas dari strategi yang telah ia persiapkan. “Kalau strategi dari dulu saya selalu jaga ritme, jaga ritme performa badan sama motor soalnya kita gak tau motor bakal trouble atau awet kan,” ujarnya saat diwawancarai.
Strategi dan Konsistensi Pembalap
Fisichella menjelaskan bahwa menjaga ritme balap dan kondisi motor menjadi acuan utama dalam setiap balapan. “Kemudian strategi kedua biasanya ngawet-ngawetin sisa laps, soalnya ini kan tadi berturut-turut tuh. Jadi kendalanya di metik yang kelas cowok itu langsung metik wanita. Jadi abis motor dipake, kita pake lagi kelas yang berikutnya,” jelasnya.
Meskipun harus berlomba dalam hampir 16 lap, Fisichella mampu menjaga konsistensi dan ketenangan saat berlomba. Ia menghindari terburu-buru agar dapat terhindar dari masalah pada mesin motornya. Dengan dedikasi dan strategi yang matang, Fisichella menunjukkan bahwa pembalap wanita juga dapat bersaing di level tertinggi.
Melalui pencapaian ini, Fisichella tidak hanya mengukir prestasi untuk diri sendiri tetapi juga menginspirasi banyak pembalap muda, terutama wanita, untuk tidak takut berkompetisi di arena balap.





