Perlintasan Sebidang Liar di Bekasi Akan Segera Ditutup

Bekasi, Maret.id — Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah tegas dengan berencana menutup perlintasan sebidang yang terletak di belakang Grand Mall Bekasi. Keputusan ini diambil setelah diketahui bahwa perlintasan tersebut berstatus liar, tidak terkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Penutupan untuk Keselamatan Bersama
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengungkapkan bahwa rapat untuk membahas rencana penutupan akan digelar pada 25 Mei 2026. Peserta rapat terdiri dari lurah, camat, dan beberapa dinas teknis terkait di Pemkot Bekasi. Zeno menjelaskan bahwa penutupan ini adalah langkah untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
“Hal ini dilakukan demi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” tegasnya. Dengan penutupan ini, diharapkan akan terjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan transportasi di sekitar wilayah tersebut.
Perlintasan Lain Tetap Beroperasi
Sementara itu, perlintasan sebidang lain di Kota Bekasi, seperti Ampera dan Bulak Kapal, akan tetap beroperasi. Kedua perlintasan ini sudah dilengkapi dengan palang pintu otomatis, meskipun saat ini masih dalam fase uji coba. Rencana ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Alhamdulilah sudah terpasang palang pintu otomatis,” ujar Zeno dengan optimis, menandakan progres positif dalam proyek keselamatan transportasi ini.
Konteks dan Upaya Keamanan
Di Kota Bekasi, terdapat total sepuluh perlintasan sebidang. Beberapa di antaranya telah dibangun flyover dan underpass, sedangkan sisanya sudah dilengkapi dengan palang pintu otomatis. Dalam hal ini, pemerintah terus mengutamakan keselamatan, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta.
“Kami selalu mengutamakan aspek keselamatan,” kata Zeno. Langkah penutupan perlintasan liar ini diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan di area tersebut dan menjamin keamanan bagi masyarakat.
Dengan rencana penutupan ini, Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan tekad untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman. Semua pihak harus mendukung langkah ini demi keselamatan bersama.
