Gaya Hidup

Hewan Peliharaan Ungkap Potensi Kurangi Stres Sehari

Jakarta, Maret.id — Interaksi antara manusia dan hewan peliharaan semakin diakui sebagai salah satu instrumen pendukung kesehatan mental, terutama bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan produktivitas tinggi. Data survei tahun 2026 menunjukkan tren kepemilikan hewan peliharaan yang meningkat dan motif pemeliharaan yang kian kuat terkait upaya mengurangi stres.

Manfaat untuk Kesehatan Mental

Hubungan emosional antara manusia dan hewan atau yang dikenal sebagai human-animal bond memiliki dampak fisiologis nyata, menurut penjelasan Drh. I Dewa Ayu Dwita, praktisi kesehatan hewan dari Bali. Laporan lembaga medis internasional seperti National Institutes of Health (NIH) menyebutkan interaksi dengan hewan dapat menurunkan kadar kortisol dan membantu menurunkan tekanan darah, sehingga memberi efek rileks pada tubuh.

Data dan Tren Hewan Peliharaan

Survei Jakpat 2026 mencatat 52 persen responden di Indonesia memiliki hewan peliharaan dengan berbagai alasan, dan 63 persen pemilik menyatakan tujuan utama memelihara adalah untuk mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Dari segi jenis, kucing menempati posisi teratas dengan 75 persen, disusul ikan hias 30 persen, burung 21 persen, anjing 11 persen, serta kelinci dan hamster sekitar 8 persen.

Bagaimana Hewan Memberi Efek Tenang

Drh. Dwita memaparkan bahwa setiap jenis hewan memberikan stimulasi sensorik berbeda yang dapat memengaruhi kondisi emosi pemiliknya. Contoh konkret yang disebutkan meliputi dengkuran kucing, responsifitas anjing, gerakan ikan yang menenangkan, dan kicauan burung yang memberi efek repetitif serta menenangkankan psikologis pemilik.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meski berpotensi menyejukkan kondisi mental, pemeliharaan hewan juga membawa sejumlah risiko kesehatan jika tidak dikelola dengan baik; hal ini mencakup reaksi alergi dari dander, air liur, atau urine serta risiko zoonosis seperti Salmonella pada reptil dan unggas, atau psittacosis pada burung. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.

Tindakan Pencegahan dan Perawatan

Selain menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, pemilik dianjurkan rutin mencuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan serta memastikan hewan mendapat vaksinasi dan perawatan veteriner yang layak. Data CDC juga menunjukkan sekitar satu dari lima orang yang berinteraksi dengan anjing dapat mengalami cakaran atau gigitan yang memerlukan perawatan medis, sehingga kewaspadaan terhadap perilaku agresif hewan menjadi penting.

Peran Hewan sebagai Pendukung Terapi

Drh. Dwita menegaskan posisi hewan peliharaan sebagai pendukung kesehatan mental, bukan sebagai pengganti terapi medis atau intervensi profesional bagi kasus gangguan jiwa berat. Jika pemeliharaan justru menimbulkan beban finansial atau perilaku agresif pada hewan, kondisi tersebut berpotensi menambah tingkat stres pemilik sehingga tanggung jawab perawatan menjadi faktor penentu manfaat.

Praktik perawatan yang direkomendasikan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, kebersihan lingkungan, kontrol nutrisi serta pelatihan perilaku dasar pada hewan peliharaan. Dengan pendekatan bertanggung jawab, interaksi manusia-hewan berpeluang menjadi bagian dari strategi promotif kesehatan mental di lingkungan urban.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button