Gubernur Mualem Tegaskan Pemulihan Pascabencana di Aceh Baru Capai 30 Persen!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah pusat Indonesia telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp100 Triliun untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Pulau Sumatra. Target pemulihan ini dijadwalkan akan rampung dalam waktu tiga tahun ke depan.
Progres Pemulihan di Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melaporkan bahwa proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh baru mencapai sekitar 25 hingga 30 persen. Mualem mengungkapkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah daerah yang terdampak bencana.
“Infrastruktur seperti jembatan dan sekolah-sekolah banyak yang belum terpenuhi,” tuturnya saat konferensi pers pada Senin, 25 Mei 2026. Selain itu, kondisi blackout yang melanda wilayah Sumatra dinilai memperburuk situasi pemulihan di Aceh.
Mualem menambahkan, “Dari pengalaman yang ada, kondisi memang masuk kategori parah. Antrean di jalan lintasan nasional masih terjadi.” Namun, ia juga mengonfirmasi bahwa kondisi pasokan listrik di wilayah terdampak kini telah kembali normal.
Pemerintah Siap Memasuki Tahap Rehabilitasi
Sebagai informasi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa setelah masa tanggap darurat yang telah berjalan dengan baik, kini pemerintah memasuki tahap pemulihan permanen melalui rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menegaskan pentingnya rencana induk dalam proses ini.
“Kita sudah memulai pergeseran dari tanggap darurat menuju masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini merupakan tahapan kunci dalam upaya pemulihan,” ujar Tito di Kompleks Parlemen pada hari yang sama. Ia juga menambahkan bahwa berbagai fasilitas seperti listrik, bahan bakar minyak, hingga koneksi internet di daerah terdampak telah berfungsi normal, serta akses jalan nasional sudah terhubung kembali.
Rencana dan Harapan ke Depan
Menteri Dalam Negeri menampilkan optimisme terhadap keberlangsungan proyek pemulihan. “Kami berharap, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, semua infrastruktur dasar yang rusak dapat diperbaiki, dan kehidupan masyarakat di Aceh bisa kembali normal,” ulas Tito.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia dalam mengatasi masalah serupa. Mengingat pengalaman pemulihan pascabencana yang telah ada, pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih pada aksi pencegahan bencana di masa mendatang.
Dengan anggaran yang telah disetujui dan rencana pemulihan yang jelas, pemerintah berharap agar masyarakat di Pulau Sumatra, khususnya di Aceh, dapat merasakan dampak positif dari upaya rehabilitasi ini dalam waktu dekat.





