AHY Ajak Generasi Muda Antisipasi Krisis Iklim dan Geopolitik Global untuk Masa Depan!

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap perubahan global dan tantangan krisis iklim. Ajakan ini disampaikan dalam Seminar Nasional bertema “Young Leadership for Sustainable Future: Kepemimpinan Muda Menjawab Tantangan Krisis dan Pembangunan Berkelanjutan” yang diadakan di Universitas Pamulang pada Senin, 25 Mei 2026.
Menyoroti Tantangan Global
Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk memahami dinamika dunia terkini. Ia menjelaskan, tren global yang berkembang serta ketegangan geopolitik dapat berdampak luas, termasuk pada sektor energi, pangan, dan perdagangan antar negara. “Banyak tren global yang harus kita antisipasi dan mitigasi bersama,” ujarnya.
AHY juga menyoroti permasalahan perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Ia menyatakan bahwa saat ini, planet kita mengalami berbagai ancaman dan kerentanan akibat krisis iklim dan pemanasan global. “Bumi kita terus mengalami ancaman sekaligus kerentanan yang serius,” ungkapnya.
Pentingnya Kesiapsiagaan terhadap Bencana Alam
Dalam acara tersebut, AHY mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sering mengalami bencana alam. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi risiko yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa serta kerugian materiil. “Oleh karena itu, sebagai bangsa, kita tidak hanya ingin bertahan, tetapi juga unggul di kancah global,” paparnya.
Ia menambahkan, bangsa Indonesia harus memiliki visi untuk tidak hanya bertahan dari tantangan global tetapi juga untuk tumbuh dan berkompetisi secara efektif. AHY menekankan pentingnya mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Keseimbangan Pembangunan dan Lingkungan
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Kita harus memastikan bahwa pembangunan tidak merusak bumi dan berdampak buruk bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya pengurangan emisi karbon dan upaya dekarbonisasi di berbagai sektor, seperti industri, transportasi, dan energi. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
AHY berharap, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada. “Kami ingin menciptakan bangsa yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga unggul dan berdaya saing di kancah internasional,” pungkasnya.





