Dapat Daging Qurban, Tips Biar Gak Bau dan Awet!

Jakarta, Maret.id — Iduladha identik dengan tradisi berkurban yang menghasilkan pasokan daging sapi dan kambing dalam jumlah besar yang harus dikelola secara cermat agar tetap aman dan tahan lama.
Bersihkan Daging dengan Benar
Daging kurban sebaiknya dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa darah, serpihan tulang, debu, dan kotoran yang menempel selama proses pemotongan.
Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso menyarankan penggunaan air secukupnya dan menghindari percikan berlebihan ke meja atau peralatan lain agar kontaminasi tidak menyebar.
Prosedur Pengeringan dan Penirisan
Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga permukaannya tidak berlebihan basah karena kelembapan mendukung pertumbuhan bakteri yang merusak kualitas.
Pengeringan yang baik sebelum penyimpanan juga membantu menjaga tekstur daging dan mengurangi risiko bau tak sedap saat disimpan jangka panjang.
Penyimpanan: Freezer Lebih Dianjurkan
Para ahli pangan menyarankan agar daging segera dipotong sesuai porsi dan disimpan di dalam freezer untuk memperpanjang masa simpan; suhu kulkas biasa pada bagian non-freezer sekitar 4°C hanya mempertahankan kesegaran selama 2-3 hari.
Freezer dengan suhu di bawah -18°C mampu menjaga daging kurban tetap baik hingga 1-2 bulan jika suhu stabil dan kemasan kedap udara terjaga.
Teknik Pengemasan
Memisahkan daging dalam porsi kecil dan membungkusnya rapat menggunakan kantong vakum atau plastik tertutup membantu mencegah pembekuan berlebih dan memudahkan pencairan sesuai kebutuhan.
Label tanggal dan jenis potongan pada setiap kemasan sangat membantu untuk memantau umur simpan dan memprioritaskan penggunaan bagian yang lebih cepat habis.
Gunakan Bumbu Marinasi untuk Mengurangi Aroma
Aroma prengus pada daging kambing atau sapi sering diatasi dengan bahan alami seperti parutan jahe, nanas, atau daun pepaya yang dapat membantu memecah serat dan mengurangi bau.
Waktu marinasi sebaiknya singkat, sekitar 15–30 menit, karena enzim pada bahan seperti pepaya dan nanas dapat membuat tekstur daging menjadi terlalu lunak jika dibiarkan terlalu lama.
Pisahkan Daging, Tulang, dan Jeroan
Saat menerima daging kurban, jangan mencampur semua bagian dalam satu kantong karena daging, tulang, dan jeroan memiliki karakteristik penyimpanan berbeda yang mempengaruhi kualitas masing-masing.
Jeroan cenderung lebih cepat rusak dan beraroma tajam sehingga sebaiknya dikemas terpisah dan dikonsumsi lebih cepat dibandingkan daging otot atau tulang.
Cairkan Daging dengan Aman
Mencairkan daging beku di suhu ruang meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri pada permukaan yang mulai hangat sementara bagian dalam masih beku; metode aman adalah memindahkannya ke chiller semalaman.
Jika perlu mencairkan lebih cepat, rendam kemasan rapat dalam air dingin dan ganti air secara berkala, serta hindari proses beku-cair berulang yang dapat merusak tekstur dan mutu daging.
Penerapan langkah-langkah sederhana namun konsisten ini dapat membantu rumah tangga menjaga kualitas daging kurban, mengurangi pemborosan, dan memastikan konsumsi yang aman selama perayaan Iduladha.
Kesadaran terhadap higiene, penyimpanan, dan teknik pengolahan menjadi kunci agar tradisi berkurban tetap bermakna dan sehat bagi seluruh keluarga.