Xabi Alonso Kirim Pesan Moral untuk Bintang Real Madrid Usai Kekalahan Memalukan!

Jakarta, Maret.id — Gelandang Real Madrid, Arda Güler, baru-baru ini mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam terhadap mantan pelatihnya, Xabi Alonso. Dalam sebuah wawancara, Güler menyampaikan kabar bahwa Alonso, yang kini melatih Chelsea, mengirimkan pesan motivasi kepadanya setelah pertandingan menegangkan melawan FC Bayern München.
Dalam pernyataannya kepada media, Güler mengungkapkan, “Setelah pertandingan melawan Bayern, dia mengirim pesan kepadaku bahwa dia sangat bangga padaku. Aku sangat senang menerima pesan itu. Semoga Tuhan memberkati jalannya.” Komentar tersebut menegaskan hubungan yang erat antara Güler dan Alonso, meskipun era kepelatihan Alonso di Madrid tergolong singkat.
Menilik Pertandingan Melawan Bayern Muenchen
Pertandingan yang dimaksud berlangsung di leg kedua perempat final Liga Champions, di mana Güler dan Real Madrid mengalami perjalanan yang dramatis. Setelah kalah 2-1 di Berlin, Real Madrid bertanding dengan semangat juang tinggi, namun akhirnya harus mengakui superioritas Bayern setelah kalah 4-3 di Allianz Arena. Güler sendiri mencetak dua gol yang sangat spektakuler di laga tersebut, termasuk gol pertamanya yang dicetak dari jarak jauh, menyusup ke gawang kiper legendaris Bayern, Manuel Neuer.
Ketegangan dalam pertandingan semakin memuncak ketika Eduardo Camavinga, rekan tim Güler, menerima kartu merah di menit-menit akhir permainan. Keputusan wasit yang kontroversial tersebut membuat suasana di lapangan semakin memanas. Kendati telah memberikan penampilan yang menawan, ketidakpuasan Güler terlihat jelas saat ia terlibat keributan dengan wasit Slavko Vincic ketika peluit akhir dibunyikan.
Hubungan Spesial Antara Güler dan Alonso
Di balik kesedihan kekalahan, Güler mencerminkan betapa berartinya pengaruh Alonso terhadap kariernya. “Kami benar-benar memiliki hubungan yang sangat baik. Dia telah menyerahkan kunci kepadaku, dan itu adalah sesuatu yang aku cari,” ungkap Güler dengan tulus. Ujarnya ini mencerminkan rasa percaya diri yang diberikan Alonso kepada para pemainnya saat berada di Madrid.
Masa kepelatihan Alonso di Los Blancos mungkin singkat, namun ia meninggalkan jejak yang sulit untuk dilupakan. Banyak pemain, termasuk Güler, menjelaskan bahwa pendekatan taktik yang diajarkan oleh Alonso sangat membantu dalam pengembangan mereka sebagai pemain. “Jika dia memanggilmu dan menjelaskan taktiknya, sulit untuk tidak terkesan,” katanya. Güler juga mengingat bagaimana Alonso memintanya untuk lebih sering menguasai bola, menonjolkan betapa pentingnya kehadiran Güler di lini tengah.
Dukungan untuk Masa Depan Alonso
Setelah kepergian Alonso, Real Madrid diguncang oleh kegagalan dalam meraih gelar, dan Alvaro Arbeola yang mengambil alih posisinya juga tidak mampu memulihkan keadaan. Namun, harapan baru muncul ketika nama-nama besar seperti Jose Mourinho kembali diisukan akan menduduki kursi kepelatihan di Santiago Bernabéu. Güler sendiri tidak meragukan kemampuan Alonso dan mendoakan yang terbaik untuk mantan pelatihnya tersebut di Chelsea. “Saya harap semuanya berjalan lancar baginya. Kami tetap saling berkirim pesan,” ujarnya.
Statistik menunjukkan performa Güler yang impresif di musim 2025/26, dengan 51 penampilan, mencetak 6 gol dan memberikan 14 assist, meskipun dia juga menghadapi tantangan dengan 2 kartu kuning dan 1 kartu merah. Ketika ditanya tentang harapannya ke depan, Güler tetap berfokus pada perbaikan diri dan kontribusinya kepada tim, menunjukkan bahwa kekalahan tidak akan menghalanginya untuk terus berkembang di kancah sepak bola Eropa.





