Lokal

Jurnalis Jakarta Utara Dukung Lingkungan dengan Bungkus Daging Kurban Daun Pisang

Jakarta Utara, Maret.id — Kelompok Kerja Jurnalis Jakarta Utara (JJU) mengambil inisiatif berbeda dalam berbagi daging kurban pada Hari Raya Iduladha tahun ini. Dalam sebuah langkah yang ramah lingkungan, mereka membungkus daging kurban menggunakan daun pisang.

Inisiatif Berkelanjutan dalam Tradisi Kurban

Ketua Jurnalis Jakarta Utara, Faqih Haitami, menjelaskan bahwa keputusan menggunakan daun pisang sebagai alternatif pembungkus didorong oleh kenaikan harga plastik yang signifikan. Dengan harga plastik yang melambung, kelompok ini menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya mengedepankan biaya tetapi juga aspek lingkungan.

“Saat ini harga plastik sangat mahal. Kami ingin mencari cara yang lebih efisien dengan menggunakan daun pisang,” jelas Faqih saat kegiatan di Ancol, Jakarta Utara, pada Rabu, 27 Mei 2026. Ia menekankan bahwa langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mengurangi penggunaan plastik.

Daging Kurban untuk Komunitas

Dalam pelaksanaan kurban kali ini, JJU menyembelih satu ekor sapi dan 13 ekor kambing. Seluruh daging kurban dibungkus dengan daun pisang sebelum didistribusikan kepada masyarakat sekitar markas JJU. Targetnya, sekitar 700 bungkus daging akan dibagikan kepada warga di kawasan Pademangan.

Faqih menilai, penggunaan bahan alami seperti daun pisang memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan minim limbah. “Momentum Iduladha bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dukungan pada Kebijakan Lingkungan

Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam mengurangi sampah plastik di Jakarta. Dengan semakin banyaknya kampanye yang menyoroti pentingnya menjaga lingkungan, JJU menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam tradisi bisa memiliki dampak yang besar.

Sebagai kegiatan sosial, pembagian daging kurban ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima tetapi juga memberi teladan bagi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan. “Kami berharap aksi ini menginspirasi pihak lain untuk berpikir kreatif dalam menjaga lingkungan di setiap aspek kehidupan,” pungkas Faqih.

Langkah JJU ini menunjukkan bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan tradisi, terutama dalam konteks perayaan yang sering kali menghabiskan banyak sumber daya. Ke depan, diharapkan akan semakin banyak komunitas yang melakukan hal serupa demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button