Gaya Hidup

El Nino Godzilla Picu Gelombang Panas dan Krisis Pangan!

Jakarta, Maret.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena El Nino ekstrem, yang kerap disebut “El Nino Godzilla”, karena berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan publik, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dampak langsung terhadap kondisi fisik

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa kenaikan suhu signifikan meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Peningkatan beban panas juga berpotensi memperburuk penyakit kronis seperti gangguan jantung dan penyakit paru-paru pada pasien yang sudah memiliki riwayat medis.

Penurunan kualitas udara dan penyakit pernapasan

Ani menekankan bahwa kemarau panjang dan suhu tinggi cenderung menurunkan kualitas udara serta meningkatkan konsentrasi partikel halus yang memicu lonjakan kasus ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut.
Paparan partikel polusi yang meningkat memperbesar risiko kambuhnya asma dan kondisi saluran napas lainnya, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra bagi penderita penyakit respiratori kronis.

Risiko kulit dan kondisi hidrasi

Suhu tinggi disertai kelembapan rendah dapat membuat kulit menjadi kering, mudah teriritasi, dan rentan terhadap gangguan dermatologis jika tidak mendapat perlindungan memadai.
Selain itu, dehidrasi akibat panas dapat memperburuk fungsi kulit dan memperlambat proses pemulihan pada kondisi luka atau infeksi kulit.

Rekomendasi pencegahan untuk warga

Dinkes DKI Jakarta menganjurkan agar warga memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih secara berkala untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi anak dan lanjut usia.
Warga disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel polusi dan mengurangi risiko infeksi saluran napas.

Hindari aktivitas berat di luar ruangan pada rentang pukul 11.00-15.00 WIB jika memungkinkan untuk mengurangi ekspos terhadap suhu ekstrem dan sinar matahari langsung.
Gunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar dan aplikasikan tabir surya dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang meningkat.

Pemantauan cuaca dan tindakan pelayanan kesehatan

Ani juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Penting pula bagi fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam merespons lonjakan kasus terkait panas ekstrem dan gangguan pernapasan.

Jika mengalami gejala seperti pusing hebat, mual, napas pendek, atau demam tinggi, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dinkes meminta koordinasi lintas sektor dilanjutkan untuk mitigasi dampak kesehatan dan penyebaran informasi pencegahan kepada kelompok rentan serta masyarakat luas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button