Otomotif

Ternyata, Teknologi BYD DM Memungkinkan Irit Hingga 65 Km/L di Tengah Persaingan!

Jakarta, Maret.id — Di tengah volatilitas kondisi geopolitik dan harga bahan bakar, kendaraan dengan efisiensi tinggi menjadi pilihan utama masyarakat. Dalam usaha memenuhi permintaan ini, BYD, perusahaan otomotif ternama asal China, memperkenalkan teknologi DM atau Dual Mode yang dapat menghasilkan efisiensi luar biasa, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 65 km/l.

Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai inovasi yang dilakukan BYD terhadap mesin 1.5L yang diintegrasikan dalam sistem New Energy Vehicle. Dengan tenaga maksimum mencapai 72 kw atau 96 Hp dan torsi 125 nm, teknologi DM mengkombinasikan kendaraan listrik (EV) dan hibrida, dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang fleksibel dan nyaman. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga berpotensi menghasilkan total biaya operasional yang lebih efisien serta harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Bobby Bharata, sebagai Kepala Produk di PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa teknologi DM tidak hanya menawarkan performa berkendara setara kendaraan listrik, tetapi juga efisiensi bahan bakar yang optimal, memenuhi kebutuhan mobilitas saat ini. “Mesin bekerja terutama untuk menyediakan daya bagi baterai, sekaligus membantu motor listrik saat performa tambahan diperlukan,” ujarnya.

Menurut Bobby, mesin ini beroperasi dalam kondisi yang sangat optimal, sehingga tidak ada tenaga yang terbuang. Pengaturan kondisi ini menggunakan sistem Vehicle Control Unit (VCU) dengan dual Microcontroller Unit (MCU) yang mampu memberikan sinkronisasi super cepat. Di samping itu, mesin 1.5L ini juga mengadopsi siklus Atkinson dan dilengkapi dengan teknologi pendingin Exhaust Gas Recirculation (EGR) serta pendinginan terpisah, yang berkontribusi pada kinerja mesin yang maksimal.

Rangkaian inovasi ini juga mengoptimalkan kompresi mesin hingga mencapai rasio 16:1, yang tetap dapat menggunakan bahan bakar dengan RON 92. Untuk mencegah detonasi, BYD memperkenalkan sistem knock suppression demi mengurangi risiko mesin mengalami knocking.

Selain itu, layanan teknis BYD juga memasukkan beberapa perubahan strategis, seperti menggunakan waterpump dan kompresor AC dengan sistem elektrifikasi. Perubahan ini berfungsi untuk mengurangi beban kerja mekanikal serta menekan penggunaan energi dari mesin. Hal ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya fokus pada performa tetapi juga penghematan energi dalam setiap inovasi yang dilakukan.

Dengan kemajuan dan komitmen terhadap efisiensi energi, BYD hadir sebagai salah satu pelopor dalam industri otomotif, menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat di tengah tantangan energi yang semakin kompleks. Kendaraan dengan teknologi DM diharapkan dapat menjawab kebutuhan kendaraan ramah lingkungan yang sekaligus ekonomis, menjadikan masa depan transportasi lebih cerah dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button