PLN Galakkan Gaya Hidup Elektrifikasi di Papua dan Papua Barat

Jayapura, Maret.id — PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat terus berupaya menghadirkan ekosistem kelistrikan modern sebagai langkah untuk mendorong budaya “electrifying lifestyle” di tengah masyarakat. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan peralatan dan kendaraan berbasis energi listrik, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta meningkatkan kualitas hidup di wilayah tersebut.
Mendorong Gaya Hidup Modern
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa “electrifying lifestyle” bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan gaya hidup yang modern dan strategis. Dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan peralatan seperti kompor induksi, rice cooker, oven listrik, hingga kendaraan listrik, PLN ingin menunjukkan manfaat nyata dari listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Roberth berpendapat, upaya ini tidak hanya tentang kenyamanan dan efisiensi, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi. “Pemanfaatan energi listrik membuka banyak peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Misalnya, petani dan nelayan dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi mereka dengan teknologi berbasis listrik,” katanya. Keberadaan alat-alat ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjadi lebih produktif dan efisien dalam usaha mereka.
Infrastruktur Kelistrikan yang Siap
PLN juga memastikan bahwa infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat dalam kondisi siap untuk mendukung penerapan budaya baru ini. Saat ini, PLN telah menghadirkan 39 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi, seperti Jayapura, Wamena, Biak, Timika, Merauke, Manokwari, dan Sorong. Ini memudahkan masyarakat untuk mengisi daya kendaraan listrik mereka saat dibutuhkan.
“Seluruh SPKLU telah terintegrasi dengan aplikasi PLN Mobile. Hal ini memudahkan masyarakat dalam mencari lokasi pengisian dan melakukan pengisian daya secara mandiri,” ungkap Roberth. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan kendaraan listrik di masyarakat.
Dampak Lingkungan yang Positif
Transisi menuju penggunaan energi listrik di Papua juga dianggap bisa mengurangi emisi karbon. Dalam konteks perubahan iklim yang semakin mendesak, langkah ini menjadi sangat relevan untuk menjaga kelestarian alam Papua yang masih utuh dan asri. Roberth menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan, dengan memperkenalkan penggunaan energi yang lebih bersih.
Dengan upaya ini, PLN berharap dapat tidak hanya memperbaiki kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi pada keberlanjutan lingkungan di Papua. Program electrifying lifestyle diharapkan menjadi pendorong bagi perubahan positif yang lebih luas, tidak hanya di Papua dan Papua Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia.
