Kemacetan Parah di Tanjung Priok

Jakarta, Maret.id — Kemacetan panjang terjadi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara akibat aktivitas bongkar muat kontainer yang mempengaruhi arus lalu lintas hingga Jalan Raya Cilincing. Menurut Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, kondisi ini berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026, dan membuat antrean kendaraan mengalami penumpukan yang signifikan.
Penyebab Utama Kemacetan
Aktivitas pengiriman barang dari pelabuhan menyebabkan truk trailer pengangkut kontainer dan kendaraan pribadi terjebak dalam antrean panjang. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana, menjelaskan bahwa kemacetan disebabkan terutama oleh aktivitas bongkar muat di Depo Budi Darma. “Antrean kendaraan mengarah ke Jalan Raya Cilincing akibat kegiatan di Depo tersebut,” ucap Rudi.
Meskipun arus lalu lintas sempat terhambat, pihak berwenang melaporkan bahwa situasi mulai stabil pada malam hari. Pada pukul 18.00 WIB, Rudi menyatakan bahwa lalu lintas yang terhambat mulai terurai. Untuk membantu kelancaran, petugas lalu lintas dari Polres Metro Jakarta Utara dan personel dari Dinas Perhubungan turun ke lapangan untuk mengatur arus kendaraan.
Kontrol Lalu Lintas yang Efektif
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ridha Poetera Aditya, menambahkan bahwa aktivitas bongkar muat di Depo Delta kawasan Marunda juga berkontribusi pada peningkatan volume kendaraan berat di jalanan. “Kendaraan masih dapat dikendalikan oleh jajaran Satlantas Polres Metro Jakarta Utara,” tegasnya.
Sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi lalu lintas dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Cilincing dan Cakung kembali lancar. Petugas tetap siaga melakukan pengaturan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di kemudian hari.
Langkah Antisipatif
Sebelum situasi berangsur membaik, ratusan truk trailer dan kendaraan pribadi mengalami keterjebakan dalam antrean yang panjang. Kemacetan ini mengular dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga Jalan Raya Cilincing, berimbas pada perjalanan banyak pengendara.
Yulza Romadhoni, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di beberapa titik kritis untuk membantu mengurai kemacetan. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan mengurangi kemacetan yang terjadi,” tambah Yulza.
Meningkatnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan sejalan dengan pertumbuhan perdagangan ekspor-impor yang terus meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa pihak berwenang perlu merencanakan tindakan jangka panjang untuk mengatasi masalah kemacetan yang berkepanjangan di kawasan vital ini.
Dengan perhatian lebih terhadap infrastruktur dan manajemen lalu lintas, diharapkan kemacetan serupa dapat diminimalkan di masa depan, mendukung kelancaran ekonomi Jakarta yang terus berkembang.
