Legislator Ajak Masyarakat Jadikan Iuran BPJS Kesehatan Sebagai Kewajiban Rutin

Kota Bekasi, Maret.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, mengajak masyarakat untuk menjadikan iuran BPJS Kesehatan sebagai kebutuhan rutin—setara dengan kewajiban membayar listrik atau air—agar kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap aktif saat dibutuhkan.
Pembayaran Iuran sebagai Kebutuhan Rutin
Nuroji menekankan pentingnya pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara teratur agar peserta tidak kehilangan akses layanan kesehatan ketika sakit. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memandang iuran sebagai beban tambahan, melainkan sebagai biaya rutin yang melindungi dari risiko ditolak di rumah sakit karena tidak memiliki kartu BPJS aktif.
“Jangan dianggap beban tambahan, tapi biaya rutin sama dengan kita membayar listrik atau air perbulannya karena ini penting. Sebab dengan BPJS aktif tidak akan terjadi lagi orang ditolak di rumah sakit karena tidak punya kartu BPJS,” ujarnya pada Jumat, 8 Mei 2026.
PBI dan Mekanisme Pendaftaran
Nuroji juga mendorong warga tidak mampu untuk menjadi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang biayanya ditanggung pemerintah melalui APBN atau APBD. Ia menjelaskan mekanisme pendaftaran dapat dilakukan melalui kelurahan atau Dinas Sosial setempat dengan syarat calon penerima memenuhi kriteria ketidakmampuan sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni termasuk dalam desil satu hingga lima.
“Yang tidak mampu, pemerintah punya PBI untuk membiayai rakyat yang tidak punya BPJS. Mekanismenya bagaimana, ya tentu harus ditentukan pemerintah harus sesuai kriteria tidak mampu,” kata Nuroji.
Sosialisasi JKN-KIS dan Kerja Sama dengan BPJS
Untuk meningkatkan kepesertaan, Nuroji terus melakukan sosialisasi program JKN-KIS yang menyasar langsung masyarakat dan menggandeng pihak BPJS Kesehatan. Dalam setiap kegiatan, ia menekankan pentingnya setiap warga mengikuti program tersebut agar biaya pengobatan bisa tercover jika diperlukan, meskipun harapannya masyarakat tetap sehat.
Dengan upaya ini, Nuroji berharap kesadaran masyarakat terhadap perlunya iuran rutin BPJS meningkat sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih merata dan terlindungi.