BMKG Waspada Cuaca Ekstrem Mengancam 10 Wilayah Sulut Hingga Besok

Manado, Maret.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bagi masyarakat di 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara terkait potensi cuaca ekstrem. Peringatan ini berlaku hingga Minggu, 29 Mei 2026.
Peringatan Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, menjelaskan bahwa saat ini sejumlah fenomena atmosfer aktif di wilayah Sulawesi Utara. Selain Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial serta gelombang Kelvin turut meningkatkan aktivitas konvektif.
“Keberadaan suhu muka laut yang hangat juga berkontribusi pada fenomena ini,” ujar Dhira. Dengan kondisi ini, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan deras yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah.
Daerah Waspada
Daerah yang diminta untuk tetap waspada meliputi Kota Manado, Kota Bitung, serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan. Selain itu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud juga diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengingatkan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggapi potensi bahaya yang mungkin timbul dari cuaca ekstrem ini. Kesiapsiagaan akan sangat membantu dalam meminimalisir dampak buruk.
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, langkah-langkah antisipatif perlu diambil. BMKG menekankan pentingnya meningkatkan komunikasi dengan instansi terkait guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Terutama bagi daerah yang memiliki topografi curam, pegunungan, dan tebing, kewaspadaan sangat diperlukan. Mengetahui jalur evakuasi serta menghindari tinggal di daerah rawan dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Saran untuk Masyarakat
BMKG juga mendorong masyarakat untuk memantau informasi terbaru terkait cuaca melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Dengan perkembangan cuaca yang dinamis, kewaspadaan ini dapat membantu masyarakat untuk lebih siap menghadapi kemungkinan bencana.
Pengetahuan dan sikap proaktif warga dalam menghadapi cuaca buruk menjadi kunci untuk menjaga keselamatan dan keamanan. Dengan mematuhi imbauan BMKG dan saling berbagi informasi, masyarakat Sulawesi Utara bisa menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini dengan lebih tenang dan terinformasi.
