Integrasi SIBI dan SLiMS: Perluasan Akses Buku Digital Nasional Segera Diperlukan!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengintegrasikan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan Senayan Library Management System (SLiMS) dengan tujuan untuk memperluas akses kepada buku digital di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mencari bahan bacaan berkualitas.
Sistem Baru Memudahkan Akses Buku Digital
Melalui integrasi ini, koleksi digital dari SIBI kini dapat diakses langsung melalui katalog SLiMS. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mencari buku digital tanpa perlu berpindah platform, sehingga proses pencarian menjadi lebih efisien dan sederhana.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa integrasi ini tidak hanya memperluas akses literasi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan metadata koleksi oleh pustakawan. Menurutnya, buku digital kini dapat diakses tanpa batasan jarak dan wilayah, yang sangat menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Manfaat bagi Pustakawan dan Pengguna
Suharti menambahkan, “Integrasi SIBI dan SLiMS memperluas akses buku bermutu bagi masyarakat. Sekarang, buku dapat diakses tanpa harus pergi ke perpustakaan.” Dengan demikian, diharapkan kehadiran buku digital dapat meningkatkan tingkat literasi nasional secara keseluruhan.
Pengelolaan koleksi buku juga menjadi lebih sistematis, berkat fitur-fitur yang ditawarkan oleh SLiMS. Hal ini penting untuk menjaga kualitas data buku-buku yang tersedia serta mempermudah pencarian informasi oleh pengguna yang membutuhkan bahan bacaan tertentu.
Koleksi Buku Teks yang Terjamin Kualitasnya
SIBI sendiri menyediakan beragam buku teks dan nonteks untuk semua jenjang pendidikan nasional. Seluruh koleksi buku tersebut dapat dibaca dan diunduh secara gratis oleh masyarakat. Kepala Pusat Perbukuan, Supriyatno, menjelaskan bahwa koleksi SIBI telah direkomendasikan oleh pemerintah dan mencakup buku-buku teks utama sesuai dengan kurikulum pendidikan yang berlaku.
“Buku di SIBI telah memperoleh rekomendasi kelayakan dari pemerintah. Koleksinya mencakup buku teks utama seluruh jenjang pendidikan,” ungkap Supriyatno. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan akan semakin banyak pelajar dan masyarakat umum yang memanfaatkan koleksi buku digital tersebut.
SLiMS sendiri telah digunakan secara luas oleh perpustakaan sekolah di Indonesia dan luar negeri, mendukung pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan digital. Kemendikdasmen berharap bahwa langkah ini akan mempercepat transformasi layanan perpustakaan berbasis digital di seluruh negara.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan bahan bacaan yang berkualitas. Dengan adanya integrasi antara SIBI dan SLiMS, diharapkan bakal ada perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengakses informasi dan literasi di seluruh Indonesia, terutama bagi sekolah-sekolah yang mungkin memiliki keterbatasan dalam koleksi fisik.



