Pramono Desak Anak Buah Perbaiki Jalan Amblas Lenteng Agung Segera!

Jakarta, Maret.id — Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan telah mengerahkan satu unit ekskavator untuk menangani dampak dari jalan yang amblas. Kejadian ini terjadi pada malam Kamis, 28 Mei 2026, dan sistem saluran penghubung dari Universitas Indonesia (UI) ke Kali Ciliwung dinyatakan tidak mampu menahan beban akibat tergerusnya material oleh aliran air.
Penyebab dan Dampak Amblasnya Jalan
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan bahwa kejadian amblasnya jalan disebabkan oleh saluran penghubung yang mengalami kerusakan. “Kejadian terjadi semalam dan kami langsung melakukan penanganan serta berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait,” ungkapnya. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa bagian saluran yang amblas memiliki kedalaman dan lebar sekitar tiga meter, dan panjang saluran yang terdampak mencapai 16 meter.
Langkah Penanganan
Untuk mencegah longsoran susulan, pihaknya sudah memasang pelat besi guna menahan beban kendaraan yang melintas. Sartono juga menuturkan bahwa setelah perbaikan saluran selesai, Sudin SDA akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan untuk rencana pengaspalan ulang jalan. “Sebenarnya kemarin jalan sudah sempat diaspal oleh Bina Marga. Namun, karena ini merupakan satu-satunya akses jalan, kendaraan sudah melintas sebelum aspal benar-benar kering meskipun rambu-rambu peringatan telah dipasang,” jelasnya.
Koordinasi Antarlembaga
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpel Bina Marga Kecamatan Jagakarsa, Nelson, menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu proses perbaikan saluran yang dilakukan oleh Sudin SDA. Ia mengonfirmasi bahwa Bina Marga akan segera melakukan pengaspalan agar akses jalan dapat segera kembali normal. “Kami berupaya semaksimal mungkin. Mudah-mudahan seluruh pekerjaan dapat selesai dalam waktu dekat,” tutup Nelson.
Dengan langkah-langkah cepat yang diambil oleh pemerintah daerah, diharapkan masalah ini dapat segera teratasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.





