Manuver Anti Kolonial: Tari Glipang Memicu Respon Tegas!

Jakarta, Maret.id — Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Probolinggo berlangsung meriah di Rumah Makan Kebun Pring pada Jumat (29/5/2026). Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan Tari Glipang yang dibawakan oleh siswa dari SMPN 2 Dringu, yang menampilkan kekayaan budaya lokal dan semangat perjuangan masyarakat.
Tradisi dan Makna Tari Glipang
Tari Glipang, yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, menjadi pembuka acara dan membawa makna yang dalam tentang perjuangan. Tarian ini, yang diwariskan secara turun-temurun, menjadi simbol keberanian masyarakat dalam melawan penjajahan Belanda di masa lalu. Nama “Glipang” sendiri berasal dari Bahasa Arab “Gholiban,” yang mencerminkan tradisi lokal.
Tidak sekadar sebagai pertunjukan seni, Tari Glipang juga mengusung semboyan “katembheng poteh mata angok poteh tolang,” yang berarti lebih baik mati daripada menanggung aib di tangan penjajah. Tarian ini bukan hanya mencerminkan seni bela diri, tetapi juga spirit juang yang mendalam.
Pentingnya Melestarikan Budaya Lokal
Funa Fauna Angsar, pelatih tari dari SMPN 2 Dringu, menyampaikan bahwa Tari Glipang memiliki histori yang panjang sebagai penyemangat perjuangan rakyat Indonesia selama masa penjajahan. Ia menjelaskan, “Tari ini berfungsi untuk memotivasi rakyat agar tetap semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan.”
Tari Glipang terdiri dari tiga gerakan utama yang menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penjajahan. Setiap gerakan memadukan berbagai unsur seni, mulai dari Rudat, Topeng Gethak Madura, hadrah, hingga pencak silat, memberikan nuansa yang kaya dalam setiap penampilannya.
Membangkitkan Semangat Kader PDI Perjuangan
Penampilan Tari Glipang pada pelantikan PAC PDI Perjuangan diharapkan dapat membangkitkan semangat para kader untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dengan riasan dan kostum yang menggambarkan sosok pejuang, para siswa berhasil menunjukkan karakter tangguh dan pantang menyerah yang melekat dalam masyarakat Probolinggo.
Funa menambahkan, “Kami memilih Tari Glipang agar PDI Perjuangan semakin bersemangat untuk mewarnai dan membangun bangsa.” Pembukaan acara juga dimeriahkan dengan pelepasan sejumlah merpati, menambah suasana haru dan penuh harapan untuk masa depan.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi partai politik, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan budaya lokal dan semangat juang di kalangan generasi muda.





