Gaya Hidup

Personil F*Forever Tampil Solo, Bikin Nostalgia Meteor Garden!

Jakarta, Maret.id — Grup F*Forever yang beranggotakan Jerry Yan, Vanness Wu, Vic Chou, dan Ashin tampil memukau dalam konser tunggal mereka di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta pada Jumat, 29 Mei 2026. Pertunjukan itu merupakan bagian dari rangkaian konser tiga hari yang diselenggarakan mulai 28 hingga 30 Mei 2026 dan dipromotori oleh Color Asia Live.

Penampilan Solo Vanness Wu

Vanness Wu membuka rangkaian penampilan solo dengan sejumlah lagu enerjik seperti “Dance Until We Die”, “Save Me”, dan “Ur The Reason”. Ia kemudian melanjutkan dengan nomor yang lebih melodius, termasuk “Peace by Piece” dan “Everywhere”.
Vokal Vanness tampil stabil didukung koreografi yang santai namun penuh detail, lengkap dengan kostum serba ungu-hitam yang serasi dengan backdancer. Di salah satu sesi, Vanness mengejutkan penonton dengan memainkan gitar pada lagu “PFW” dan sempat membuka blazer untuk tampil shirtless, momen yang memicu antusiasme penonton.

Vic Chou dan Kembalinya ke Panggung Musik

Vic Chou membawakan beberapa lagu berbahasa Mandarin, antara lain “Zui Te Bie De Cun Zai” yang menunjukkan sisi vokal lembut dan penuh perasaan. Ia juga menyanyikan “Who Gives Me The Courage”, sebuah lagu yang menandai kembalinya Vic ke dunia tarik suara dan mengangkat tema dilema cinta serta keengganan untuk mengalah di tengah konflik.
Untuk menutup setnya, Vic membawakan “Make a Wish”, yang merupakan judul album solo Mandarin pertamanya yang rilis pada 11 Januari 2002, dan mengusung tema harapan serta cinta yang tulus kepada para pendengar setia.

Ashin: Vokal Tinggi dan Upaya Mengumpulkan Personel

Ashin tampil dengan lagu-lagu hits yang memamerkan kemampuan vokalnya yang tinggi dan mengundang decak kagum penonton. Usai penampilannya, Ashin mengaku bahwa mengumpulkan keempat personel F*Forever di Jakarta bukan perkara mudah dan menyampaikan harapan untuk bisa kembali menghadirkan seluruh anggota pada kesempatan mendatang.
Ia juga bercerita secara jenaka tentang pesan langsung (DM) yang diterimanya di Instagram, yang membuatnya terharu karena harus membalas satu per satu hingga hampir ketiduran, ungkapnya disertai tawa.

Penutupan Solo dan Penyatuan dalam Nostalgia

Penampilan solo ditutup oleh Jerry Yan yang membawakan “Shechi” dengan balutan setelan jas serba merah, sekaligus menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para penggemar yang telah setia mendukung mereka. Ia menyampaikan apresiasi kepada penonton yang datang bukan selamanya karena kebahagiaan semata, melainkan juga sebagai tempat bernaung dan beristirahat bagi para penggemar.
Setelah sesi solo, keempat personel kembali ke panggung untuk menuntaskan set bersama dengan nuansa nostalgia yang kuat.

Nostalgia Meteor Garden dan Respons Penonton

Momen paling emosional terlontar ketika F*Forever membawakan lagu nostalgia Meteor Garden berjudul “JUE BU NENG SHI QU NI”, yang membuat sebagian penonton berteriak histeris hingga meneteskan air mata. Para personel sempat mengajak penonton untuk bernyanyi bersama, dan suasana haru pun menyelimuti arena saat seluruh audiens menyanyikan lagu itu secara kompak.
Setelahnya, mereka melanjutkan dengan balada “Can’t Help Falling in Love”, yang kembali menghadirkan reaksi emosional dari penonton karena liriknya menggambarkan perasaan cinta yang tak terelakkan meski dihadapkan pada kekurangan orang yang dicintai.

Produksi dan Penyelenggaraan

Konser F*Forever di Indonesia Arena merupakan bagian dari tur yang dikemas dengan elemen produksi internasional, menampilkan tata panggung, pencahayaan, dan sound system yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman intim dan besar secara bersamaan. Penyelenggara, Color Asia Live, memastikan rangkaian acara berjalan selama tiga hari dengan variasi setlist yang menyentuh aspek solo maupun kolaboratif.
Selama konser berlangsung, suasana di Senayan dipenuhi antusiasme penggemar yang tersebar dari berbagai wilayah, menandai daya tarik kontemporer dan nostalgia grup terhadap generasi penonton yang tumbuh bersama Meteor Garden.

Para penggemar yang menghadiri konser tak hanya mendapat sajian musik, tetapi juga momen emosional yang mengikat hubungan antara artis dan audiens setelah jeda panjang dalam pertemuan tatap muka. Konser ini menjadi bukti betapa kuatnya warisan pop Asia dan kemampuan musisi untuk kembali memantik respons hangat dari panggung internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button