Dinkes DKI: Hasil Laboratorium MBG di Jakarta Timur Akan Keluar Pekan Depan

Jakarta, Maret.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta masih menyelidiki dugaan keracunan terhadap ratusan siswa setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan akan keluar pekan depan.
Hasil Pemeriksaan dan Dugaan Penyebab
Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, menyatakan dugaan sementara sumber gangguan berasal dari pangsit isi tahu yang disajikan kepada siswa, yang dilaporkan memiliki rasa masam. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan paling cepat selesai pada hari Selasa minggu depan.
Dinkes bersama Dinas Pendidikan mencatat 252 siswa menunjukkan gejala setelah mengonsumsi makanan pada Jumat, 8 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan, sementara 26 siswa masih menjalani perawatan. Ani menegaskan gejala yang dialami beragam dan sebagian besar tergolong ringan, sehingga tidak semua kasus bersifat berat.
Tindak Lanjut dan Kondisi Siswa
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pengelola Penyedia Gizi (SPPG) Pulogebang selaku penyedia makanan MBG. Langkah pengawasan mencakup inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut Ani, SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi sertifikat tersebut. Saat ini SPPG dilaporkan sedang dalam proses perbaikan.
Siswa yang masih menjalani perawatan tersebar di beberapa rumah sakit dan dirawat di ruang rawat inap biasa, antara lain: RS Citra Harapan Bekasi (12 pasien), RS Ananda (3 pasien), RSI Pondok Kopi (2 pasien), RS Resti Mulya (2 pasien), RS Firdaus (4 pasien), RSI Sukapura (2 pasien), dan RS Pekerja (1 pasien).
Dinkes DKI menyatakan akan menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab insiden dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
