Nasional

Peringati Hari Tri Suci Waisak 2026, Menag Tegaskan Dharma Menjaga Perdamaian Dunia!

Jakarta, Maret.id — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak umat Buddha untuk menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E. sebagai momentum untuk memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Refleksi dalam Tema Waisak 2026

Tema Hari Waisak 2026, yang mengusung konsep “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia,” sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Menurut Nasaruddin, Dharma seharusnya tidak hanya dilihat sebagai ajaran keagamaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mengingatkan umat untuk memegang teguh nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

“Dharma merupakan pelita kehidupan yang menuntun manusia dalam menjalani dinamika zaman, termasuk menjaga perdamaian di dunia,” jelas Menag dalam sambutannya saat memperingati Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu (31/05/2026).

Pentingnya Cinta Kasih dalam Persatuan

Menag menggarisbawahi bahwa semangat menjaga perdamaian dunia dimulai dari hati masing-masing individu. Ia menekankan bahwa nilai cinta kasih adalah pondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis. “Ini berlaku baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun kehidupan dunia secara keseluruhan,” tambahnya.

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial. Menag menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang. Kita semua bertanggung jawab untuk merawat harmoni di antara sesama anak bangsa,” pungkasnya.

Agama sebagai Kekuatan untuk Persaudaraan

Nasaruddin juga menegaskan bahwa semua agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Oleh karena itu, kehidupan beragama seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan untuk memecah belah.

“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih adalah pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” urainya.

Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak dapat menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Ia menginginkan agar momen ini dijadikan ruang refleksi untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia bagi semua.

“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutupnya.

Dengan harapan tersebut, pernyataan Menag menggambarkan komitmen Indonesia dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan damai di tengah keberagaman. Berita ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button