Lokal

Manggala Agni Percepat Pemadaman Kebakaran Hutan di Pelalawan Riau

Pelalawan, Maret.id — Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra tengah giat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Sokoi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kebakaran ini telah menghanguskan area seluas sekitar 60 hektare, seperti yang disampaikan oleh Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Upaya Penanganan yang Intensif

Ferdian menjelaskan bahwa tim telah diterjunkan sejak Sabtu, 30 Mei 2026, untuk menanggulangi karhutla di lokasi tersebut. Pada hari pertama, tim menghadapi tantangan serius karena banyaknya bahan bakar kering yang dapat memperparah kebakaran. Meskipun kondisi di lokasi masih berasap, upaya untuk menghentikan laju api berhasil dilakukan di bagian selatan kawasan yang terdampak.

“Proses pemadaman akan terus dilakukan dengan melakukan penyisiran untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” tuturnya. Tim juga sedang memfokuskan upaya pada titik-titik utama dan sisi penyebaran api untuk mencegah kemungkinan kebakaran yang lebih besar.

Pemantauan Udara Menunjukkan Luasnya Kebakaran

Berdasarkan pemantauan udara, kebakaran di Desa Sokoi terlihat cukup luas dengan kepulan asap tebal yang mengindikasikan bahaya serius kepada lingkungan. Editor berbagai media melaporkan bahwa pemadaman difokuskan di lokasi tersebut agar dapat segera mengendalikan situasi.

Tak hanya di Pelalawan, kebakaran juga terjadi di beberapa wilayah lain di Provinsi Riau. Misalnya, di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, perkembangan positif mulai terlihat setelah dilakukan pemadaman intensif selama empat hari terakhir. Satuan Tugas Udara telah mengerahkan satu unit helikopter untuk melakukan water bombing, yang sangat membantu dalam mempercepat proses pemadaman.

Kesigapan Personel dalam Menghadapi Musim Kemarau

Di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, petugas melaporkan bahwa mereka sedang fokus pada pendinginan area dan memastikan tidak adanya poin yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Tim Manggala Agni tetap dalam keadaan siaga untuk menghadapi potensi karhutla, terutama seiring dengan meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera meminta semua personel untuk tetap waspada. Meningkatnya suhu udara dan kondisi cuaca yang mendukung kemungkinan adanya kebakaran menjadi perhatian serius bagi mereka. Dengan adanya motivasi yang kuat dan kerjasama antara tim lapangan serta dukungan dari Pemerintah, diharapkan bencana ini dapat segera teratasi.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan isu penting yang harus ditangani secara serius, tidak hanya untuk keselamatan masyarakat tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Diharapkan dengan adanya langkah-langkah preventif dan respons yang cepat, kerusakan lingkungan dapat diminimalkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button