Lokal

Bobby Nasution Doakan Sumut Bebas Bencana dan Narkoba pada Pengajian Akbar HUT ke 78

Medan, Maret.id — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak warga mendoakan agar provinsi itu terbebas dari bencana dan peredaran narkoba, dua persoalan yang menurutnya menjadi tantangan utama bagi Sumut saat ini. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Pengajian Akbar memperingati HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara di Masjid Raya Al Mashun, Selasa (5/5/2026).

Doa dan Seruan Gubernur

Bobby menyebut bencana besar yang menimpa Sumut pada akhir 2025—banjir dan tanah longsor—membawa dampak berat, dengan lebih dari 300 korban jiwa serta ribuan warga mengungsi dan mengalami luka-luka. “Kita baru saja mengalami bencana yang cukup besar, kita tidak ingin ini terjadi kembali, jadi mari kita doakan bersama-sama,” ujarnya.

Selain bencana alam, Gubernur juga menyoroti masalah narkoba yang masih mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional per Februari 2026, prevalensi pengguna dan penyalahgunaan narkoba di Sumut mencapai sekitar 1,5 juta orang. “Satu lagi, ini yang paling diresahkan masyarakat terutama ibu-ibu kita, narkoba. Kita masih peringkat pertama, mari sama-sama ustaz kita doakan agar narkoba ini hilang dari Sumatera Utara,” kata Bobby.

Peserta, Tausiah, dan Kehadiran Pejabat

Pengajian akbar tersebut dihadiri sekitar 3.000 jemaah yang mayoritas kaum ibu. Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Sumut, Abu Kosim, menyatakan kegiatan menghadirkan tausiah dari ustaz Das’ad Latif dan diikuti pula oleh pemimpin organisasi keislaman. “Ada sekitar 3.000 jemaah yang hadir di sini, mendengarkan tausiah dari ustaz Das’ad Latif, kemudian juga pemimpin-pemimpin organisasi keislaman. Insya Allah acara yang kita laksanakan mendapat berkah dari Allah,” kata Abu Kosim.

Sejumlah pejabat hadir pada acara tersebut, antara lain Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut, unsur Forkopimda, Penjabat Sekdaprov Sulaiman Harahap, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, serta pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam. Acara ini menegaskan langkah kolaboratif antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam mendorong pemulihan pascabencana dan upaya penanggulangan narkoba di wilayah tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button