Nasional

Kunjungan Resmi Presiden Prabowo Subianto HANYA ke Prancis!

Jakarta, Maret.id — Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung selama empat hari hanya akan berlangsung di Prancis, tanpa rencana kunjungan ke negara lainnya. Agenda tersebut akan berlangsung dari 26 hingga 29 Mei 2026, seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari.

Kunjungan Kenegaraan yang Terencana

Muhammad Qodari memastikan bahwa sejak awal tidak ada pernyataan resmi mengenai rencana kunjungan Presiden ke negara lain, seperti Italia. “Jadwal resmi memang hanya ke Prancis, dan jika ada rencana ke tujuan lain selama perjalanan, itu hanya sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” ungkapnya dalam keterangannya di Jakarta.

Rencana kunjungan ini telah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, sebulan sebelum pelaksanaan. “Kunjungan ini meliputi pertemuan penting dengan Presiden Emmanuel Macron yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari,” tambah Qodari.

Fokus Kerja Sama Bilateral

Kunjungan kenegaraan ini ditujukan sebagai balasan atas kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025. Kedua negara saat ini sedang membahas berbagai kesepakatan untuk kerja sama bilateral di sejumlah bidang strategis. Salah satu letak fokusnya adalah di bidang pertahanan, dimana Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis.

“Transfer teknologi juga dibutuhkan untuk penguasaan alutsista tersebut,” jelas Qodari. Selain itu, kerja sama juga mencakup pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, serta kolaborasi dalam sektor energi dan pemanfaatan komoditas mineral kritis.

Modal Sosial yang Kuat

Muhammad Qodari menyoroti hubungan personal yang baik antara Presiden Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron sebagai modal sosial yang penting untuk memperkuat relasi bilateral. “Modal sosial itu tak kalah penting dibandingkan modal ekonomi maupun politik dalam membangun kerja sama antarnegara,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki hubungan yang harmonis dengan pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden China, Xi Jinping. Qodari menilai semua ini memberikan keuntungan dalam konteks situasi dan kondisi internasional saat ini maupun di masa depan.

Dengan latar belakang hubungan diplomatik yang kuat dan rencana strategis yang jelas, kunjungan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi hubungan Indonesia dan Prancis. Sementara itu, perhatian publik akan tertuju pada perkembangan hasil kunjungan resmi ini serta implementasi berbagai kesepakatan yang akan dibahas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button