Ketegangan! Angga Yunanda & Maudy Ayunda Bertransformasi di Para Perasuk

Desa Latas, Maret.id — Film Para Perasuk, berdurasi 1 jam 59 menit, dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026 dan membawa penonton masuk ke dalam dunia penuh misteri dan tradisi klenik di sebuah desa pinggiran kota.
Sinopsis dan Latar
Para Perasuk berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil yang memelihara tradisi turun-temurun bernama Pesta Sambetan. Ritual ini menampilkan kerasukan massal di mana warga dirasuki antara dua belas hingga dua puluh jenis roh binatang. Kerasukan tersebut bukan sekadar fenomena mistis; bagi penduduk desa, pengalaman itu menjadi bagian dari kehidupan sosial dan hiburan karena memungkinkan mereka merasakan pengalaman yang tidak dapat dijangkau dalam kehidupan sehari-hari.
Ceritanya berpusat pada Bayu, seorang pemuda yang terobsesi untuk menjadi “Perasuk Baru” melalui sebuah sayembara. Ketegangan muncul ketika sebuah perusahaan besar mengincar sumber mata air desa—yang dipercayai sebagai tempat bernaung bagi roh-roh dalam Pesta Sambetan—dan berencana membeli lahan tersebut. Demi menyelamatkan keberlangsungan desa, Bayu memutuskan mencalonkan diri sebagai Perasuk Utama dan memimpin Pesta Sambetan besar untuk mengumpulkan dana tebusan sumber mata air. Sepanjang perjalanan, Bayu dihadapkan pada rintangan yang menegaskan bahwa ambisi semata tidak cukup untuk menjaga kelestarian komunitasnya.
Pemeran dan Sorotan Produksi
Peran Bayu dibawakan oleh Angga Yunanda dalam transformasi karakter yang mendapat sorotan. Maudy Ayunda memerankan tokoh Laksmi, yang berperan penting dalam dinamika cerita. Film ini juga menampilkan nama-nama besar lain seperti Anggun sebagai Guru Asri, Chicco Kurniawan (Pawit), Bryan Domani (Ananto), serta aktor senior Indra Birowo dan Ganindra Bimo yang melengkapi jajaran pemeran.
Para Perasuk mengusung tema-tema tentang tradisi, identitas komunitas, dan benturan antara nilai-nilai lokal dengan tekanan korporasi modern. Kombinasi elemen misteri, klenik, dan konflik sosial menjadi daya tarik utama film ini, yang diharapkan dapat memancing diskusi mengenai pelestarian budaya lokal di era globalisasi.
Film ini siap dinikmati publik di bioskop pada 23 April 2026.





