Politik

Indonesia Perkuat Diplomasi Pertahanan Hadapi Ancaman Global dengan Strategi Antisipatif!

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, memberikan pandangannya terkait pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berlangsung di Istana Élysée, Paris. Pertemuan ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang pertahanan.

Keberagaman Sumber Pertahanan

Amir menekankan pentingnya diversifikasi sumber persenjataan dan teknologi militer bagi Indonesia. Dalam era geopolitik yang semakin kompleks, ketergantungan pada satu kekuatan besar dapat menimbulkan risiko strategis. “Dengan memperluas kerja sama bersama Prancis, Indonesia memiliki ruang manuver diplomatik yang lebih fleksibel,” ungkap Amir, dalam penjelasannya pada Senin, 1 Juni 2026.

Modernisasi Pertahanan Nasional

Lebih lanjut, Amir menggarisbawahi upaya Indonesia untuk meningkatkan kualitas modernisasi pertahanan nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan modernisasi militer yang menyeluruh, yang mencakup pengadaan jet tempur, kapal selam, radar, dan sistem pertahanan udara yang lebih canggih. Dalam konteks ini, kerja sama dengan Prancis dinilai sangat strategis.

Peluang Transfer Teknologi

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi transfer teknologi dan penguatan industri pertahanan domestik yang selama ini menjadi tantangan bagi Indonesia. “Prabowo tampaknya memahami bahwa kekuatan pertahanan modern bukan hanya membeli senjata, tetapi juga membangun kemandirian industri pertahanan nasional,” kata Amir.

Amir menilai bahwa langkah Prabowo dalam mempererat kerja sama pertahanan dengan Prancis menunjukkan adanya pergeseran paradigma strategis Indonesia. Diplomasi pertahanan yang sebelumnya bersifat pasif dan administratif kini beralih kepada pendekatan yang lebih proaktif dalam menghadapi berbagai ancaman global yang makin kompleks.

“Prabowo sedang membangun fondasi pertahanan jangka panjang. Ia membaca bahwa ancaman abad ke-21 jauh lebih kompleks dibanding masa lalu,” pungkas Amir menyoroti pentingnya adaptasi dalam strategi pertahanan nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button