Nasional

BPH Migas: Penyaluran BBM Jamin Lancar Selama Arus Balik Libur Panjang Iduladha!

Jakarta, Maret.id — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) selama arus balik libur panjang Iduladha 2026. Pemantauan dilakukan dengan fokus pada jalur-jalur utama yang mengalami peningkatan volume kendaraan.

Pemantauan Langsung di SPBU

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengadakan pemantauan langsung di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Minggu, 31 Mei 2026. Lokasi yang dipilih mencakup Rest Area Km 19A di Bekasi dan Rest Area Km 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan agar stok dan distribusi BBM dapat berjalan dengan optimal.

Wahyudi menegaskan pentingnya pengawasan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah liburan panjang. “Monitoring kami lakukan di ruas Tol Cikampek menuju Jakarta karena saat ini banyak masyarakat yang kembali dari luar kota setelah memanfaatkan libur panjang,” ujarnya.

Peningkatan Konsumsi BBM di Liburan Nasional

Wahyudi menjelaskan bahwa setiap kali libur nasional berlangsung, konsumsi BBM cenderung meningkat, terutama di jalur yang dilalui arus mudik dan balik. Untuk itu, BPH Migas bersama dengan badan usaha penugasan berupaya memperkuat pengawasan agar pasokan energi tetap terjamin dan kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi.

“Masyarakat sangat membutuhkan BBM pada momentum libur nasional seperti saat ini. Karena itu, kami memastikan distribusi berjalan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala,” kata Wahyudi menambahkan. Dalam konteks ini, ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Ajakan untuk Bijak dalam Penggunaan BBM

“Kalau kebutuhannya 15 liter, 20 liter, atau 25 liter, jumlah itu yang dibeli. Tidak perlu mengisi BBM secara berlebihan,” jelasnya. Berdasarkan hasil interaksi dengan sejumlah pengguna kendaraan, rata-rata konsumsi BBM per hari terpantau berkisar antara 20 hingga 44 liter, yang dianggap masih berada dalam batas kebutuhan normal.

Wahyudi juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan BBM subsidi dan kompensasi, agar distribusi tetap lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Sebagai contoh, pengemudi truk logistik pengangkut daging beku, Anun, mengaku terbantu dengan ketersediaan solar subsidi dalam mendukung distribusi barang ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Hal serupa disampaikan oleh Hendra, pengemudi travel rute Jakarta-Yogyakarta, yang menilai pasokan BBM subsidi mudah diperoleh selama perjalanan. “Butuh solar kurang lebih Rp400 ribu sampai ke Yogya dan beli BBM subsidi sesuai kebutuhan. Terima kasih, BBM subsidi selalu tersedia,” ungkapnya.

Anggota Komite BPH Migas, Harya Adityawarman, menjelaskan bahwa BBM subsidi merupakan komoditas yang mendapat dukungan anggaran negara dan penggunaannya harus tepat sasaran. Didit, sapaan akrabnya, mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahgunakan fasilitas subsidi dari pemerintah.

“Pada BBM solar ada subsidi. Ada uang negara di dalamnya, harus digunakan untuk konsumen pengguna yang berhak,” tegasnya. Didit juga menekankan pentingnya menjaga QR code yang berfungsi sebagai instrumen pengendalian distribusi BBM subsidi. QR code harus digunakan secara bertanggung jawab dan tidak dipinjamkan atau diberikan kepada pihak lain.

Pemantauan ketersediaan BBM ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sales Area Manager Retail Karawang Pertamina Patra Niaga Ancala Egah serta Sales Branch Manager Karawang II Fuel Pertamina Patra Niaga, Heidy Septiana Nugroho. Diskusi dan kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menjaga ketersediaan BBM di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button