Teddy: Presiden Prabowo Harus Segera Dekat dengan Banyak Pemimpin Dunia!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu membangun kedekatan yang lebih intens dengan pemimpin dunia lainnya. Hal ini dianggap penting untuk menjalin hubungan baik demi kepentingan diplomasi Indonesia yang semakin kompleks di tengah berbagai krisis global saat ini.
Kedekatan Diplomasi Diperlukan Sejak Awal
Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sebagai pemimpin baru, Presiden Prabowo harus aktif dalam membangun komunikasi personal dan emosional dengan banyak pemimpin dunia. “Setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia,” ungkap Teddy dalam video keterangan yang diunggah di Instagram Sekretariat Kabinet pada Senin, 1 Juni 2026.
Pernyataan ini merespons kritik dari diplomat senior Dino Patti Djalal yang menyoroti kurangnya intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri. Teddy menjelaskan, tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo tidaklah enteng, mengingat ia menjabat di masa-masa krisis seperti perang Rusia-Ukraina dan ketidakpastian di Amerika Latin.
Peran Indonesia di Tengah Krisis Global
Menyoroti situasi global yang penuh dengan konfliks, Teddy menyatakan bahwa ekonomi dan stabilitas politik di dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Misalnya, konflik berkepanjangan di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan beberapa negara seperti Iran, Arab Saudi, dan lainnya.
“Misi diplomasi perlu dibangun secara berkelanjutan, kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru meminta bantuan,” kata Teddy. Dia menekankan bahwa hubungan yang kuat dengan para pemimpin negara lain akan mampu memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam situasi mendesak.
Contoh Sukses Diplomasi Indonesia
Saat banyak negara mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan minyak mentah akibat krisis, Indonesia justru berhasil menjaga stabilitas pasokan dalam negeri. Dengan menjalin hubungan baik dengan negara seperti Rusia, Indonesia dapat memastikan pasokan BBM tetap terpenuhi dengan harga yang relatif stabil.
“Jika pada suatu saat kita mengalami kondisi mendesak, kita bisa meminta bantuan dan begitu juga sebaliknya,” ungkap Teddy. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional antara pemimpin, baik dalam pertemuan formal maupun informal.
Lebih jauh, Teddy mencatat bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dan kritik, termasuk dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Namun, ia mengingatkan agar kritik tersebut tidak mengaburkan fakta-fakta keberhasilan yang telah diraih oleh pemerintahan Presiden Prabowo dalam 1,5 tahun terakhir.
“Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tetapi tidak boleh mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” tandas Teddy. Ia juga memberikan apresiasi terhadap Dino sebagai diplomat hebat meski masa jabatannya singkat, hanya sekitar tiga bulan sebagai Wamenlu.
Kedepannya, langkah-langkah diplomasi strategis ini akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam konteks geopolitik yang semakin rumit.



