WARNING: Tim Jibom Polda Papua Temukan Granat Nanas di Lokasi Ledakan!

Jakarta, Maret.id — Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua telah menemukan sebuah granat nanas yang dimodifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada Selasa, 2 Juni 2026. Penemuan ini dilakukan saat penyisiran dan sterilisasi awal di area tersebut.
Ledakan yang terjadi sebelumnya diduga merupakan akibat dari bom peninggalan Perang Dunia II. Selain granat, petugas juga menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil, menggunakan gerinda, dan seluruh temuan tersebut telah diamankan untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat dan petugas.
Upaya Sterilisasi dan Pencarian Korban
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyatakan bahwa penemuan granat dan proyektil ini semakin menguatkan dugaan adanya material berbahaya di daerah tersebut. Untuk itu, sterilisasi serta penyisiran lanjutan akan dilakukan secara menyeluruh demi keselamatan semua pihak yang terlibat. Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore dan segera bergabung dengan unsur gabungan penanganan pascaledakan.
Ari menjelaskan bahwa tim gabungan ini terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan pemerintah daerah. Kerja sama ini sangat penting dalam pengamanan dan penanganan pascaledakan, termasuk dalam pencarian tiga korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Pencarian baru dapat dilakukan setelah daerah dinyatakan aman untuk dijelajahi oleh petugas gabungan.
Imbauan untuk Masyarakat
Sementara itu, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, meminta masyarakat untuk menjauhi lokasi kejadian. Area tersebut harus tetap steril selama proses pemeriksaan dan penyisiran berlangsung. Ia juga mengimbau agar warga tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi demi keselamatan bersama.
Menurut informasi lapangan, kawasan di sekitar lokasi memiliki sejumlah bunker peninggalan masa perang, serta beberapa lubang yang diduga masih menyimpan material berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa proses sterilisasi harus dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar penanganan bahan peledak.
Tindakan Keamanan yang Diperlukan
Dalam konteks ini, Hidayatullah menyarankan kepada masyarakat untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda-benda mencurigakan dan tidak membongkar benda yang diduga merupakan peninggalan perang. Apabila ada yang menemukan objek yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat untuk penanganan lebih lanjut oleh personel yang memiliki keahlian khusus.
“Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman. Dengan demikian, pencarian korban dan penanganan pascakejadian dapat berjalan dengan optimal dan lancar,” imbuhnya.
Situasi ini menjadi perhatian penting bagi keamanan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor, mengingat potensi bahaya dari material berbahaya yang tersisa dari konflik masa lalu. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh tim Jibom dapat mengurangi risiko dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.



