Aitana Bonmati Terancam, Siapa yang Siap Gulingkan Dominasi di Ballon dOr Wanita 2026!

Jakarta, Maret.id — Dalam arena sepak bola wanita yang semakin kompetitif, persaingan untuk meraih Ballon d’Or Feminin 2026 menciptakan ketegangan tersendiri, terutama setelah Aitana Bonmati, yang telah mendominasi penghargaan tersebut dalam tiga tahun berturut-turut, kini mengalami cedera serius. Ia menderita patah tulang fibula pada bulan November lalu, yang menghalanginya bermain hingga Mei. Meskipun ia tetap berkontribusi untuk Barcelona dengan membawa tim tersebut meraih empat trofi, peluangnya untuk merebut Ballon d’Or keempat tampaknya sudah sirna.
Absennya Piala Dunia dan Peluang Baru
Tidak adanya Piala Dunia pada tahun ini menciptakan dinamika yang menarik di kompetisi sepak bola wanita. Semua fokus kini tertuju pada pencapaian klub, dengan banyak pemain berpotensi untuk mengambil alih gelar individu paling prestisius ini. Dalam konteks ini, Alexia Putellas, pemenang dua kali sebelumnya, kembali menjadi sorotan. Bersama Barcelona, Putellas telah berperan aktif dalam meraih gelar-gelar, dan jika ia berhasil menampilkan performa mengesankan, namanya akan segera terbayang sebagai kandidat terkuat untuk Gelar Ballon d’Or Feminin.
Pelaku Utama di Musim 2025-26
Sebagai bintang yang tak terbantahkan, Putellas kini perlu bersaing dengan sejumlah nama baru seperti Ewa Pajor dari Barcelona, yang mencetak 33 gol dan membantu timnya meraih berbagai gelar di liga, serta Mariona Caldentey dari Arsenal yang mencatatkan tujuh gol dan lima assist. Pajor, khususnya, memiliki catatan yang mengagumkan, menjadi penyerang paling produktif di Barcelona musim ini, dan tentu saja akan menjadi ancaman utama dalam perlombaan untuk meraih Golden Ball.
Sementara itu, temannya di Barcelona, Salma Paralluelo, juga menawarkan performa luar biasa dengan 12 gol dan sembilan assist, menjadikannya salah satu pemain yang mencuri perhatian saat Barcelona meraih quadruple. Penampilannya yang spektakuler di final Liga Champions, di mana ia mencetak dua gol, semakin menguatkan posisinya dalam bursa calon penerima Ballon d’Or.
Statistik dan Peluang
Lihatlah statistik Vivianne Miedema dari Manchester City, yang mencetak 14 gol dan lima assist dalam musim ini. Meskipun City gagal di kompetisi Eropa, Miedema tampil sangat dominan di WSL dan Piala FA, memberikan harapan bahwa kembalinya dia dari cedera akan memulihkan namanya dalam daftar nominasi. Kethuaanya dalam mencetak gol sangat membantu timnya, tetapi kurangnya penampilan di panggung Eropa mungkin akan menjadi kerugian yang signifikan.
Sementara itu, Kharija Shaw, penyerang Manchester City yang sangat produktif dengan 39 gol, juga tidak bisa dipandang remeh. Musim ini, ia berkontribusi besar pada kesuksesan timnya dalam liga dan Piala FA, meski pengalaman di kompetisi Eropa yang minim bisa menjadi tantangan tersendiri dalam perebutan gelar individu ini.
“Statistik di lapangan tidaklah bisa diabaikan, tetapi momen-momen penting di pertandingan besar dapat menjadi faktor penentu dalam pemungutan suara Ballon d’Or,” ungkap seorang analis sepak bola terkemuka. Dalam setiap pertandingan yang melibatkan pemain-pemain ini, baik di domestik maupun Eropa, jelas bahwa penampilan mereka tidak hanya akan memengaruhi perjalanan tim tetapi juga calon penerima penghargaan terhormat ini.
Menjelang penyerahan Ballon d’Or Feminin di Paris pada bulan Oktober, sorotan kini terarah kepada pemain-pemain yang mampu bertransformasi menjadi pahlawan di momen penting. Peluang terus terbuka bagi siapa pun yang ingin menjadikan namanya sebagai pemenang, dengan catatan performa di lapangan yang tak terelakkan.





