Surplus Neraca Dagang RI Menyusut Drastis, Hanya 89,1 Juta Dolar AS!

Jakarta, Maret.id — Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus terendah dalam enam tahun terakhir, dengan nilai surplus April 2026 hanya mencapai 0,09 miliar Dolar AS. Selain itu, angka ini mengalami penurunan signifikan dari surplus Maret 2026 yang tercatat sebesar 3,32 miliar Dolar AS.
Perjuangan Ekspor Meski Surplus Menyusut
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menegaskan bahwa meskipun surplus neraca perdagangan mengalami penurunan drastis, Indonesia masih mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026, Pudji menyatakan, “Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.”
Surplus tipis yang terjadi pada bulan April 2026 didorong oleh nilai ekspor yang mencapai 25,30 miliar Dolar AS, yang hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impor sebesar 25,21 miliar Dolar AS. Meskipun demikian, kinerja ekspor Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan nilai ekspor pada bulan tersebut naik 21,98 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan Sektor Industri Pengolahan
Pertumbuhan ekspor yang signifikan terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, yang mencatatkan nilai ekspor sebesar 20,59 miliar Dolar AS, melonjak 29,07 persen secara tahunan dibandingkan dengan 15,95 miliar Dolar AS pada April 2025. Pudji menjelaskan, “Kenaikan tahunan ini disebabkan oleh peningkatan nilai ekspor untuk komoditas minyak kelapa sawit, produk olahan nikel, kimia dasar organik, barang perhiasan dan berharga, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya.”
Namun, tidak semua sektor mencatatkan perkembangan positif. Ekspor sektor pertambangan dan sektor lainnya mengalami penurunan sebesar 1,17 persen menjadi 3,11 miliar Dolar AS, sedangkan ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menurun 5,53 persen menjadi 450 juta Dolar AS dari 480 juta Dolar AS pada April tahun lalu.
Impor Tumbuh Lebih Cepat
Sementara itu, pertumbuhan impor Indonesia pada bulan April 2026 menunjukkan angka yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekspor. Nilai impor tercatat sebesar 25,21 miliar Dolar AS, meningkat 22,49 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu yang mencapai 20,59 miliar Dolar AS. Lonjakan ini terutama berasal dari kelompok barang migas yang mencapai 4,60 miliar Dolar AS, meningkat 82,52 persen secara tahunan.
Impor non-migas juga mengalami peningkatan, dengan total nilai tercatat sebesar 20,62 miliar Dolar AS, naik 14,11 persen. Berdasarkan klasifikasinya, impor barang konsumsi tercatat meningkat 42,90 persen menjadi 2,43 miliar Dolar AS, sementara impor bahan baku dan barang penolong meningkat 24,56 persen menjadi 18,65 miliar Dolar AS.
Peningkatan ini diikuti oleh barang modal yang tercatat mencapai 4,13 miliar Dolar AS, meningkat 5,64 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan dinamika yang kompleks dalam neraca perdagangan Indonesia dan tantangan yang dihadapi oleh sektor-sektor tertentu.





