Dunia

WMO Peringatkan El Niño Memanas, Picu Krisis Pangan dan Gejolak Pasar!

Jakarta, Maret.id — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino kini tengah berkembang dan berpotensi memicu gelombang cuaca ekstrem di berbagai wilayah dalam beberapa bulan mendatang. Peringatan itu disampaikan menyusul lonjakan suhu permukaan laut yang sangat hangat di wilayah Samudra Pasifik tropis.

WMO menyebut kondisi tersebut dapat mengacaukan pola suhu dan curah hujan global serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Pengumuman resmi itu disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa pada Selasa (2/6/2026).

Ancaman Cuaca Ekstrem

Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, menegaskan perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino yang kuat. Menurut Saulo, efek yang mungkin timbul meliputi peningkatan frekuensi gelombang panas, kekeringan berkepanjangan di beberapa kawasan, serta curah hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir dan longsor.

Saulo juga menyoroti dampak pada lautan, termasuk potensi gelombang panas laut yang dapat merusak ekosistem pesisir dan perikanan. Ia menekankan bahwa perubahan pola iklim ini tidak hanya bersifat sementara tetapi berimplikasi pada sektor pangan, air, dan layanan kesehatan.

Dampak Global dan Jejak Sejarah

WMO mengingatkan bahwa El Nino pada 2023-2024 termasuk salah satu peristiwa yang paling kuat dalam catatan sejarah modern dan ikut mendorong rekor suhu global pada 2024. Pengalaman itu menjadi peringatan akan skala konsekuensi yang mungkin terulang atau bahkan lebih parah jika El Nino berikutnya berkembang dengan kekuatan besar.

Perubahan iklim yang sedang berlangsung berpotensi memperparah dampak alami fenomena ini karena suhu dasar global yang lebih hangat. Kondisi tersebut membuat efek El Nino tidak lagi berdiri sendiri tetapi berinteraksi dengan tren pemanasan jangka panjang.

Respons Internasional dan Peringatan Pemimpin Dunia

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan peringatan keras melalui pesan video pada konferensi yang sama, menyebut El Nino sebagai faktor yang dapat memperburuk pemanasan global. Guterres mendesak para pemimpin dunia untuk mengadopsi tindakan iklim yang setara dengan skala krisis yang dihadapi.

Dalam pesannya, Guterres menekankan perlunya mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil, mempercepat transisi ke energi terbarukan, serta memperkuat perlindungan bagi kelompok paling rentan. Ia juga menyerukan pengembangan sistem peringatan dini yang inklusif untuk menjangkau semua masyarakat.

WMO menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi Samudra Pasifik secara intensif dan menyediakan data berkala kepada pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor-sektor rentan. Informasi tersebut dimaksudkan untuk membantu pengambil kebijakan dalam mengambil langkah mitigasi dan adaptasi yang tepat waktu.

Beberapa langkah yang direkomendasikan mencakup penguatan sistem peringatan dini, penyiapan respons darurat di sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta upaya konservasi sumber air. Lembaga nasional dan daerah diminta mengkaji ulang rencana mitigasi risiko bencana dan mempercepat aksi adaptasi.

Di tingkat lokal, sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur diperkirakan menghadapi tekanan signifikan jika musim kering atau curah hujan ekstrem terjadi. Pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan sektor swasta perlu meningkatkan koordinasi untuk melindungi mata pencaharian dan infrastruktur kritis.

Para ahli menilai bahwa kesiapsiagaan berbasis komunitas, investasi dalam sistem irigasi, dan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik merupakan langkah penting untuk mengurangi dampak. Selain itu, upaya pemulihan pasca-bencana harus dirancang untuk meningkatkan ketahanan jangka panjang, bukan sekadar memperbaiki kerusakan sementara.

WMO dan PBB mengimbau negara-negara agar memperkuat pertukaran data ilmiah serta dukungan teknis untuk negara-negara berkembang yang memiliki kapasitas terbatas. Kolaborasi internasional ini dinilai krusial agar efek buruk El Nino dapat diminimalisir dan upaya penyelamatan jiwa serta aset terkoordinasi secara efektif.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button