Timor Leste Pimpin ASEAN 2029, Memanas Persaingan Geopolitik dan Tekanan Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta menegaskan bahwa negaranya siap memegang keketuaan bergilir ASEAN pada 2029 setelah melakukan persiapan sejak tahun ini. Pernyataan itu disampaikan seusai ia menjadi pembicara pada acara “Leadership Lecture” yang diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di Jakarta.
Kesiapan dan koordinasi lintas kepemimpinan
Ramos-Horta menjelaskan bahwa Timor-Leste telah menjalin kerja sama erat dengan pemegang keketuaan ASEAN saat ini serta negara-negara yang akan memimpin pada 2027 dan 2028 untuk menyelaraskan kebijakan. Upaya tersebut dimaksudkan agar prioritas dan program kerja bersifat berkelanjutan dan tidak terputus antarperiode kepemimpinan.
Prinsip keberlanjutan kebijakan ASEAN
Presiden Timor-Leste menegaskan bahwa pemegang keketuaan tidak boleh menetapkan kebijakan baru tanpa konsensus atau secara sepihak membatalkan keputusan pemimpin ASEAN sebelumnya. Menurutnya, menjaga kesinambungan kebijakan merupakan salah satu tugas utama pemimpin ASEAN untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan antaranggota.
Ramos-Horta menambahkan bahwa apabila Timor-Leste memiliki inisiatif strategis untuk kawasan, pihaknya akan segera mengajukan usulan kepada para pemimpin Asia Tenggara tanpa harus menunggu tahun 2029. Pendekatan ini bertujuan mempercepat respons terhadap isu-isu mendesak di kawasan dan memperlihatkan komitmen aktif negara itu terhadap agenda regional.
Prioritas pencegahan konflik dan stabilitas regional
Salah satu fokus yang diusulkan Timor-Leste adalah memperkuat upaya pencegahan konflik baik di tingkat kawasan maupun di antara negara anggota. Ramos-Horta menyoroti bahwa keberagaman etnis, agama, dan disparitas ekonomi di Asia Tenggara dapat menjadi faktor pemicu ketegangan jika tidak dikelola melalui kebijakan preventif dan inklusif.
Persiapan infrastruktur untuk menjadi tuan rumah KTT
Selain agenda politik dan kebijakan, Timor-Leste juga mempercepat pembangunan infrastruktur yang diperlukan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN saat memegang keketuaan. Upaya pembangunan ini mencakup fasilitas pertemuan dan dukungan logistik yang diharapkan mampu memenuhi standar penyelenggaraan regional.
Pengakuan ASEAN terhadap kesiapan Timor-Leste
Dalam konferensi pers pasca-KTT ASEAN ke-48 yang digelar di Jakarta pada 11 Mei, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa Timor-Leste telah menyatakan kesiapan untuk mengambil peran sebagai pemegang keketuaan bergilir pada 2029. Pernyataan tersebut mengindikasikan dukungan mekanisme ASEAN terhadap keterlibatan penuh Timor-Leste dalam struktur kepemimpinan kawasan.
Ramos-Horta menegaskan bahwa komitmen Timor-Leste bukan sekadar simbolis melainkan bagian dari strategi untuk berkontribusi nyata pada stabilitas, pencegahan konflik, dan kesinambungan kebijakan di Asia Tenggara. Dengan persiapan yang sedang berjalan, negara tersebut berharap dapat memainkan peran konstruktif saat memegang keketuaan ASEAN nanti.





