Mendikbudristek Koordinasikan dengan UNY untuk Usut Skandal Riset Palsu WNI di Denmark!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa kementeriannya telah berkoordinasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk menyelidiki dugaan riset palsu yang melibatkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Denmark. Hal ini disampaikan Brian saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 3 Mei 2026.
Tim Khusus Dibentuk untuk Penelusuran
Brian memastikan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan penelusuran awal terkait kasus ini. Ia menjelaskan bahwa jumlah WNI yang terlibat termasuk alumni UNY yang diduga berpartisipasi dalam riset palsu di konferensi internasional yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark.
“Kaitannya dengan kasus dugaan pemalsuan identitas dan riset di konferensi internasional ini sangat ramai dibahas, kami langsung membentuk tim yang dipimpin oleh Ibu Irjen,” ujar Brian. Tim yang dibentuk bekerja sama dengan UNY, tempat para terduga lulus S1, untuk mendalami lebih jauh masalah ini.
Pemeriksaan Afiliasi dan Status Kepegawaian
Dalam perkembangan lebih lanjut, Brian menambahkan bahwa kementerian telah melakukan pemeriksaan terkait afiliasi para individu yang diduga terlibat dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar terduga bukanlah dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi.
“Dari hasil pengecekan, kami menemukan bahwa hampir semuanya bukan berkaitan dengan institusi pendidikan. Hanya satu yang memiliki afiliasi sebagai dosen atau peneliti di kampus Indonesia,” jelasnya.
Brian menyatakan bahwa jika ada individu yang berstatus dosen atau peneliti dalam institusi pendidikan, kementerian memiliki mekanisme penegakan disiplin yang bisa diterapkan. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak berlaku untuk mereka yang tidak terafiliasi secara formal dengan perguruan tinggi.
Langkah Lanjutan oleh Kemdiktisaintek dan UNY
Menteri Brian menegaskan bahwa Kemdiktisaintek tidak akan berhenti pada tahap ini. Proses pengumpulan data dan informasi terus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menangani kasus ini. Terbaru, UNY juga telah mengambil langkah dengan memanggil sejumlah pihak yang diduga terlibat setelah berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek.
“Kami memastikan untuk melakukan investigasi yang mendalam dan transparan. Ini penting untuk menjaga integritas dan reputasi dunia pendidikan di Indonesia,” pungkas Brian.
Kejadian ini menjadi perhatian publik mengingat bahwa riset dan publikasi akademik merupakan salah satu pilar penting dalam dunia pendidikan tinggi. Kementerian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah.
Dengan upaya ini, diharapkan pihak kementerian dapat memperkuat standar etika penelitian di Indonesia dan memastikan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.





