Fujifilm Indonesia dan Kemenkes Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh dengan Mobile X

Jakarta, Maret.id — Fujifilm Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menghadirkan fasilitas mobile X-ray untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap bencana yang terjadi pada akhir November 2025, yang berdampak signifikan pada akses layanan kesehatan masyarakat.
Fasilitas Mobile X-ray untuk Pasien Terdampak
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas kesehatan, terutama di Aceh dan Sumatera Utara, mengakibatkan ratusan ribu warga terpengaruh. Keterbatasan akses menuju layanan kesehatan menjadi tantangan terbesar bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian medis.
Fujifilm berkomitmen untuk memberikan inovasi yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat umum. Dengan memperkenalkan teknologi mobile X-ray, tenaga medis kini dapat melakukan pemeriksaan radiologi langsung di sisi tempat tidur pasien, sehingga memberikan kemudahan bagi pasien dengan mobilitas terbatas.
Mendukung Pemulihan Pascabencana
Kehadiran fasilitas diagnostik yang dapat menjangkau pasien secara langsung menjadi sangat penting dalam memastikan layanan kesehatan tetap operasional di tengah proses pemulihan. Selain itu, kerjasama ini mencerminkan upaya Kementerian Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi situasi krisis.
Pada 7 April 2026, perjanjian kerja sama resmi ditandatangani di Kementerian Kesehatan. Dalam kerjasama ini, Fujifilm menyediakan alat kesehatan non-komersial beserta instalasi dan dukungan teknis agar pemanfaatan alat dapat berlangsung secara optimal di fasilitas kesehatan.
Kolaborasi untuk Layanan Kesehatan yang Baik
Masato Yamamoto, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi harus dapat beradaptasi dengan kondisi di lapangan. “Kami berharap solusi ini dapat mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesinambungan layanan kesehatan, khususnya dalam situasi darurat. Hal ini mencerminkan upaya bersama untuk memastikan masyarakat dapat menerima layanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa keterlambatan.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera mendapatkan penanganan medis yang diperlukan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Terus berlanjutnya kerjasama seperti ini diharapkan akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengatasi dampak negatif dari bencana bagi kesehatan masyarakat.





