Badan Geologi Imbau Warga Siaga Setelah Perkecil Radius Bahaya Gunung Bur Ni Telong

Bener Meriah, Maret.id — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan penyesuaian radius zona aman di sekitar kawah aktif Gunung Bur Ni Telong. Langkah ini diambil setelah pengamatan menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan terakhir.
Status Aktivitas Gunung Bur Ni Telong
Meskipun radius bahaya telah diperkecil, status Gunung Bur Ni Telong tetap berada pada Level II atau Waspada. Pihak Badan Geologi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa tingkatan aktivitas vulkanik saat ini menunjukkan tren yang lebih stabil meskipun masih ada risiko yang harus diperhatikan.
Rekomendasi Zona Aman yang Diperbarui
Mulai 1 Juni 2026, masyarakat termasuk wisatawan dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas. Radius ini lebih kecil dibandingkan dengan ketentuan sebelumnya yang mengizinkan jarak aman sejauh tiga kilometer. Pengurangan radius ini diharapkan dapat memberikan rasa aman lebih bagi penduduk sekitar.
Potensi Bahaya yang Masih Ada
Walaupun aktifitas vulkanik menurun, Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya, seperti erupsi freatik. Erupsi ini dapat terjadi secara mendadak tanpa peningkatan kegempaan yang jelas. Selain itu, gas-gas vulkanik beracun juga menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dekat area solfatara dan fumarol, terutama saat cuaca mendung atau hujan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko akumulasi gas berbahaya akibat sirkulasi udara yang tidak baik.
Pemantauan Berkelanjutan
Badan Geologi memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif melalui Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong yang berlokasi di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit. Mereka berkomitmen untuk memantau setiap kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik serta potensi gempa yang mungkin dirasakan oleh masyarakat.
Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan masyarakat bisa tetap aman dan terhindar dari risiko yang mungkin terjadi. Badan Geologi tetap menyarankan agar semua pihak selalu waspada dan memperhatikan informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
