10 Mei: Sejarah dan Tema Peringatan Hari Lupus Sedunia

Jakarta, Maret.id — Hari Lupus Sedunia diperingati setiap 10 Mei di berbagai negara sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat dukungan bagi penderita lupus. Peringatan ini pertama kali ditetapkan pada 2004 dan sejak itu menjadi momen penting untuk menggalang kampanye global mengenai dampak penyakit tersebut.
Sejarah dan Penetapan Hari Lupus Sedunia
Peringatan Hari Lupus Sedunia ditetapkan bersamaan dengan Kongres Internasional ke-7 tentang lupus yang digelar di New York pada 2004. Sejak penetapan itu, komunitas pasien, tenaga kesehatan, dan organisasi terkait memanfaatkan tanggal 10 Mei untuk menyatukan suara dalam meningkatkan pemahaman publik tentang lupus serta memperjuangkan akses perawatan dan dukungan sosial.
Tema 2026: “Make Lupus Visible” dan Fokus Deteksi Dini
Tema tahun 2026, “Make Lupus Visible”, menekankan pentingnya mengenali gejala lupus yang sering kali tidak terlihat, seperti kelelahan ekstrem dan nyeri sendi. Kampanye ini bertujuan mengurangi keterlambatan diagnosis dengan mendorong deteksi dini dan memperkuat jaringan dukungan sehingga pasien tidak menghadapi penyakitnya sendirian.
Apa itu Lupus dan Dampaknya
Lupus adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, menyebabkan peradangan pada berbagai organ. Kondisi ini sering disebut “penyakit seribu wajah” karena gejalanya sangat beragam dan sulit dikenali sejak awal. Lupus dapat memengaruhi kulit, sendi, ginjal, otak, dan organ lain dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Melalui peringatan tahunan ini diharapkan masyarakat semakin memahami karakteristik lupus dan pentingnya rujukan serta pengobatan yang tepat. Peningkatan kesadaran diharapkan membantu melakukan deteksi lebih cepat sehingga kualitas hidup penderita dapat lebih terjaga.



