Sherly Tjoanda Tegaskan Hilirisasi Nikel Dorong Perekonomian Maluku Utara Tumbuh Tertinggi di Indonesia!

Jakarta, Maret.id — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa proyek hilirisasi nikel yang sedang berlangsung di wilayahnya telah memberikan dampak positif, menjadikan Maluku Utara sebagai salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi di Indonesia. Dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku” yang berlangsung di Jakarta pada 3 Juni 2026, Tjoanda mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 34 persen secara tahunan tahun lalu dan 19,6 persen pada triwulan pertama tahun ini, merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Menurut Tjoanda, pengembangan hilirisasi nikel telah mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun infrastruktur industri yang menghubungkan daerah tersebut dengan rantai pasok global di sektor kendaraan listrik dan baja nirkarat. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa perubahan yang positif dapat terjadi melalui komitmen terhadap pengembangan industri yang bertanggung jawab.
Komitmen Terhadap Pengawasan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan lingkungan, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan industri. Tjoanda berharap agar manfaat dari pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan. “Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi juga karena nilai yang kita tinggalkan untuk masyarakatnya,” tuturnya.
Perkembangan ini menjadi latar belakang diadakannya North Maluku Sustainability Trip, yang mengumpulkan para pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk melihat secara langsung bagaimana pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi yang memiliki peran penting dalam pengembangan standar keberlanjutan untuk sektor mineral global, seperti Nickel Institute dan International Council on Mining and Metals (ICMM).
Pertemuan Pemangku Kepentingan
Diskusi yang berlangsung dalam acara tersebut berfokus pada isu penting seperti pertambangan yang bertanggung jawab, transparansi rantai pasok, perlindungan biodiversitas, dan pengembangan masyarakat. Selain itu, acara ini juga membahas peluang kolaborasi jangka panjang dalam mendukung transisi energi global. Para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke area pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) serta fasilitas di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung implementasi hilirisasi nikel dan berbagai inisiatif keberlanjutan yang tengah dijalankan. Ahmad Fikri Susanto, perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia sekaligus Direktur BYD Haka Auto, menyebutkan bahwa investor dan pembeli global kini lebih memperhatikan aspek keberlanjutan daripada sekadar volume produksi.
Inisiatif Keberlanjutan di Lapangan
Selama acara tersebut, para peserta juga mengunjungi fasilitas pengolahan nikel, pusat riset dan pengembangan, serta rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dalam satu kawasan industri. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Maluku Utara terhadap pengembangan industri yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan berbagai langkah dan inisiatif yang diambil, Maluku Utara berupaya untuk menjadi teladan dalam sektor industri hilirisasi nikel yang berkelanjutan. Melalui kerjasama antara pemerintah, industri, dan komunitas, daerah ini berharap dapat menghadirkan manfaat yang signifikan bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.





