Oscar Gloukh Keok, Terima Hantaman Keras dan Langsung Diganti di Ajax!

Jakarta, Maret.id — Pemain Ajax, Oscar Gloukh, memboikot ketenteraman di Albania pada pertandingan persahabatan yang berlangsung Rabu malam. Gelandang berusia 22 tahun asal Israel ini tidak hanya mencetak gol penentu kemenangan, tetapi juga memicu kemarahan para pendukung tuan rumah dengan sikap provokatifnya.
Intensitas Pertandingan Meski Tanpa Gelar
Pertandingan yang diadakan di Tirana mempertemukan kedua negara yang tidak lolos ke Piala Dunia musim panas ini, namun tetap berlangsung dengan semangat yang tinggi. Pada menit ke-73, Gloukh berhasil menciptakan peluang emas, menendang bola secara diagonal ke sudut kanan bawah gawang, menawan dalam teknik dan keakuratan.
Hasil tersebut menjadi titik balik seusai cedera yang menjangkiti skuad Israel di masa lalu. Meski tidak ada gelar yang diperebutkan, intensitas perlombaan sajian sepak bola di lapangan tetap menggugah semangat para pemain.
Kemarahan Para Pendukung Albania
Setelah golnya, Gloukh mengambil tindakan yang berlebihan dengan berlari melintasi para pendukung Albania sembari meminta mereka untuk diam, tindakan yang jelas-jelas memicu kemarahan. Dengan gestur menepuk logo Israel secara berulang, ia seakan menambah amarah yang sudah memuncak.
Hal ini membuat bek Lazio, Elseid Hysaj, terprovokasi. Dengan pelanggaran keras, Hysaj langsung menerjang Gloukh dalam usaha untuk memberikan respons terhadap provokasi tersebut. Sebuah insiden yang berpotensi memicu kericuhan lebih lanjut mengingat puluhan benda lain juga dilontarkan ke lapangan dari tribun.
Reaksi dan Tindakan Pelatih
Setelah insiden itu, kedua pemain akhirnya menerima kartu kuning dari wasit, yang berusaha meredakan situasi panas tersebut. Menyadari potensi konsekuensi lebih jauh, pelatih nasional Israel, Gal Cohen, langsung menarik Gloukh keluar dari lapangan. Langkah ini diambil demi menjaga ketenteraman tim agar tidak terlibat dalam keriuhan lebih lanjut.
Meskipun demikian, Gloukh tampil dengan senyum lebar sebelum meninggalkan lapangan. Ia berhasil menutup musimnya dengan rasa gembira, sebagai penentu kemenangan dalam sebuah pertandingan yang sarat dengan emosi. Gelandang Ajax itu dijadwalkan akan berlibur dengan penuh suka cita, menyimpan kenangan manis dari pengalaman keras di Tirana.





