MENEKRAF LUNCURKAN APLIKASI KEAMANAN SIBER KARYA ANAK BANGSA!

Jakarta, Maret.id — Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Indonesia, Teuku Riefky Harsya, meresmikan Wolvesight, sebuah aplikasi inovasi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang merupakan produk asli karya anak bangsa. Peluncuran ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam menciptakan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan industri global.
Dukungan Terhadap Visi Transformasi Digital
Dalam pidato yang disampaikannya pada World Governments Summit 2025, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya visi transformasi digital yang inklusif bagi seluruh warga Indonesia. Presiden menegaskan bahwa setiap individu, baik yang berada di pulau terpencil maupun di pusat kota Jakarta, harus memiliki akses yang setara untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, belajar, berinovasi, dan mencapai kesejahteraan.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa keamanan siber harus diperkuat sebagai fondasi untuk mendukung proses transformasi digital yang berkelanjutan. “Visi sebesar ini tidak dapat berdiri tanpa dukungan cyber security yang solid. Ini adalah fondasi kepercayaan yang mendukung seluruh aktivitas ekonomi digital,” ujar Riefky dalam acara tersebut.
Pentingnya Tiga Prasyarat Utama
Riefky menambahkan bahwa untuk mewujudkan ambisi Indonesia sebagai salah satu dari 20 kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045, terdapat tiga prasyarat utama yang perlu diperhatikan. Pertama, pengembangan super platform yang dapat diandalkan dan aman. Kedua, percepatan transformasi digital di seluruh lapisan ekosistem, dan ketiga, produksi talenta digital berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Kehadiran aplikasi Wolvesight juga menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi digital yang inovatif dan kompetitif. Wolvesight merupakan platform pertama di Asia Tenggara yang mengintegrasikan teknologi multi-agent AI dan evidence-first validation untuk mendukung proses penetration testing serta mengidentifikasi potensi celah dalam logika bisnis pada sistem industri dan perbankan.
Inovasi Keamanan Siber yang Membanggakan
Inovasi ini berakar dari pengalaman, kompetensi, dan kreativitas anak bangsa yang memahami kebutuhan pasar serta tantangan yang dihadapi dalam keamanan digital di berbagai sektor industri. “Ini adalah kontribusi nyata sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ungkap Riefky.
Royke L. Tobing, pemilik dan Managing Director Spentera Group, menambahkan bahwa Wolvesight merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan talenta Indonesia untuk menjawab kebutuhan keamanan siber yang semakin kompleks. “Melalui Wolvesight, kami ingin menunjukkan bahwa talenta Indonesia dapat menciptakan produk keamanan siber yang relevan dan memiliki daya saing global,” jelasnya.
Ia menyatakan bahwa saat ini teknologi Wolvesight akan difokuskan untuk penggunaan di sektor industri dan perbankan yang memiliki kebutuhan keamanan digital yang tinggi. Kehadiran aplikasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknologi dalam negeri, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi keamanan siber yang datang dari anak bangsa.
Langkah ini sejalan dengan peran Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, yang dipimpin Muhammad Neil El Himam, dalam mengembangkan aplikasi dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi. Dengan peluncuran Wolvesight ini, diharapkan Indonesia dapat terus bersaing dan berkontribusi dalam era digital global.



