Nasional

Waspada! Simak Panduan Lengkap OSN 2026 Sekarang Juga!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi merilis panduan lengkap untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan potensi siswa dalam bidang sains dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.

Pembaruan Dalam Penyelenggaraan OSN 2026

OSN 2026 akan mengusung sejumlah pembaruan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan transparansi kompetisi. Salah satu perubahan utama adalah penambahan kategori baru untuk siswa SMA sederajat. Menurut Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, OSN merupakan ajang bergengsi yang berperan penting dalam memupuk minat sains di kalangan siswa. Pengetatan sistem pengawasan juga akan diterapkan melalui berbagai teknologi untuk memastikan keadilan dalam kompetisi ini.

Jadwal dan Tahapan Seleksi OSN 2026

Tahapan seleksi OSN 2026 akan dilangsungkan secara bertahap, dimulai dari tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) pada bulan Juni 2026. Setelah itu, seleksi akan berlanjut ke tingkat Provinsi (OSN-P), dengan puncak acara di tingkat Nasional (OSN) yang dijadwalkan berlangsung dari 25 hingga 31 Agustus 2026. Setiap jenjang pendidikan akan memiliki ketentuan dan jadwal yang spesifik, di mana OSN-K untuk SD akan diadakan pada 8 Juni dan SMP pada 11 Juni.

Untuk jenjang SMA sederajat, OSN-K dijadwalkan berlangsung pada 18 dan 19 Juni. Sementara itu, untuk tingkat Nasional, tahap semifinal akan dilakukan pada 12 Agustus 2026, sebelum final pada 14 hingga 20 September 2026. Peraturan ketat juga berjalan, dengan jumlah peserta dibatasi maksimal 5 murid per cabang ajang dan sekolah.

Komponen dan Media Pelaksanaan

Pelaksanaan ujian pada OSN 2026 akan menggunakan beberapa platform berbeda. Untuk tingkat SD dan SMP, tes akan dilakukan secara daring dan semi-daring serta berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara itu, bagi tingkat SMA, ujian akan dilakukan melalui LMS Moodle dan juga tes luring di lokasi tertentu untuk memastikan akurasi dan keadilan.

Sistem pengawasan juga akan diperketat, dengan adanya pengawas silang dan siaran langsung yang diterapkan untuk meminimalisir potensi kecurangan. Di daerah yang sulit dijangkau internet, pelaksanaan akan dilakukan secara semi daring menggunakan Google Drive.

Kompetisi tahun ini juga menampilkan kehadiran kategori baru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), menandakan kemajuan dalam pemahaman sains di kalangan siswa. Melalui OSN 2026, Kemendikdasmen berharap dapat terus memupuk dan meningkatkan minat serta kreativitas siswa dalam bidang sains.

Dengan berbagai perubahan dan sistem baru yang diterapkan, OSN 2026 diharapkan dapat menjadi platform efektif bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sains dan menciptakan generasi yang lebih kompetitif di era modern.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button