Sel Berhantu: Teror Gaib dan Kisah Kemanusiaan di Balik Jeruji

Labuhan Angsana, Maret.id — Film baru berjudul Ghost in the Cell mengangkat kisah Dimas (Endy Arfian), seorang jurnalis yang mendekam di Lapas Labuhan Angsana setelah dijebak dalam kasus pembunuhan atasannya. Di balik jeruji, Dimas menghadapi ekosistem penjara yang korup dan hierarki narapidana yang keras, sementara serangkaian kematian misterius menimpa tahanan sejak kedatangannya.
Sinopsis dan tema
Dalam penyelidikan yang dipimpin oleh Anggoro (Abimana Aryasatya) bersama tahanan lainnya, terungkap adanya entitas gaib yang meneror lapas. Hantu tersebut dikisahkan hanya mengincar orang-orang yang menyimpan amarah dan energi negatif. Untuk bertahan hidup, narapidana yang selama ini keras terpaksa mengubah perilaku dan berlomba melakukan kebaikan agar tidak menjadi sasaran. Teror supranatural ini juga dihubungkan dengan kasus korupsi besar di Kalimantan yang sempat diliput oleh Dimas, sehingga para tahanan mesti menghadapi ancaman ganda: penindasan manusia dan serangan tak kasat mata.
Produksi, pemeran, dan distribusi
Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures dan disutradarai sekaligus ditulis oleh Joko Anwar, dengan Tia Hasibuan sebagai produser. Film berdurasi 106 menit ini menampilkan jajaran aktor papan atas Indonesia, termasuk Endy Arfian, Abimana Aryasatya, Rio Dewanto, Lukman Sardi, Bront Palarae, Tora Sudiro, Aming, Morgan Oey, dan Kiki Narendra. Rencana distribusi film ini menjangkau 86 negara, mencakup wilayah Asia Tenggara, Amerika Utara, Jerman, Swiss, Rusia, dan Italia. Untuk penonton di Indonesia, Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di jaringan bioskop nasional mulai 16 April 2026.





