BGN Tegaskan Mayjen Trenggono Mundur dari TNI, Dampaknya Mengguncang Institusi!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengonfirmasi bahwa Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, telah mengajukan pengunduran diri dari dunia militer. Proses pengunduran diri tersebut sudah dimulai sejak kemarin dan kini hanya menunggu penyelesaian administrasi yang diperlukan.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat, 5 Juni 2026, Nanik menjelaskan, “Bapak Mayjen TNI Trenggono berada di sebelah saya. Sebelum ditanyakan mengapa beliau masih aktif di TNI, saya ingin menginformasikan bahwa beliau sudah mengajukan pengunduran diri dan dalam waktu dekat kemungkinan besar sudah pensiun.”
Pengalaman Trenggono Sebelum Masuk BGN
Sebelum bergabung dengan BGN, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Keterlibatan sosok dengan latar belakang militer ini dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program-program strategis pemerintah, terutama di daerah yang termasuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Sosok militer diperlukan karena program-program 3T membutuhkan ahli teritorial yang dapat mengakomodasi berbagai tantangan di lapangan,” imbuh Nanik. Hal ini menunjukkan komitmen BGN dalam mendukung pembangunan gizi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Perubahan Kepemimpinan di BGN
Berita ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle di tubuh BGN, di mana tiga pejabat yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya diberhentikan dari posisi Wakil Kepala BGN. Penggantian kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan gizi di Indonesia.
Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang diharapkan mampu menjalankan visi dan misi BGN dalam meningkatkan kondisi gizi masyarakat. Posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Dampak Kebijakan Terhadap Program Gizi Nasional
Kepemimpinan baru di BGN mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat sektor gizi di tanah air. Dengan berbagai program yang menyasar daerah-daerah 3T, BGN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang merupakan salah satu pilar dalam pembangunan berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya sekadar mendistribusikan bantuan pangan, tetapi juga mencakup edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi,” tambah Nanik. Dalam waktu dekat, diharapkan implementasi kebijakan ini dapat menunjukkan hasil yang signifikan.
Dengan langkah-langkah yang dilakukan BGN, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya nutrisi dan kesehatan, serta berkontribusi pada peningkatan angka kesehatan di seluruh Indonesia.





