SBY Tegaskan Bahaya Ketidakpastian Global, Serukan Ekonomi Akar Rumput Sebagai Pertahanan Bangsa!

Jakarta, Maret.id — Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan bahwa dunia saat ini sedang memasuki era baru yang penuh dengan ketidakpastian global. Hal ini disampaikan SBY dalam pidato pembukaannya pada Asia Grassroots Forum yang berlangsung pada 3-4 Juni 2026 di Jakarta, di mana forum ini diselenggarakan oleh Amartha Financial bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC), Accion, dan Women’s World Banking (WWB).
Pentingnya Ekonomi Akar Rumput
Dalam situasi yang serba tidak menentu ini, SBY menekankan bahwa ekonomi akar rumput menjadi pijakan yang krusial untuk menjaga ketahanan bangsa. Ia menyoroti peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal yang berhasil bertahan dan beradaptasi menghadapi guncangan ekonomi global.
“Pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi semua lapisan masyarakat,” tegas SBY. Ia berpendapat bahwa dengan mendorong produktivitas, kewirausahaan, dan inovasi, negara-negara di Asia dapat bersama-sama menghadapi tantangan yang ada.
Menghadapi Tantangan Global
SBY menjelaskan bahwa selama beberapa dekade pasca Perang Dingin, masyarakat global telah mengalami fase globalisasi yang signifikan, di mana perdagangan tumbuh dengan pesat dan integrasi ekonomi semakin mendalam. Namun, lingkungan global saat ini telah berubah drastis, dengan munculnya rivalitas geopolitik yang lebih intens serta berbagai konflik yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia.
“Fragmentasi ekonomi kini semakin terlihat, di mana proteksionisme kembali naik daun, dan rantai pasok global sedang ditata ulang,” pungkasnya. Dalam konteks ini, SBY mengingatkan tentang pentingnya menanggapi disrupsi yang dihasilkan dari perubahan iklim serta transformasi teknologi yang khususnya melibatkan kecerdasan buatan dan digitalisasi.
Ketidakpastian Jadi Kenyataan Sehari-hari
Ketidakpastian, menurut SBY, bukan lagi merupakan sesuatu yang sementara. Ia mencatat bahwa ketidakpastian telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. “Kita semua harus menyadari dan mengadaptasi diri kita terhadap perubahan-perubahan yang cepat ini agar dapat mengatasi tantangan yang datang di masa depan,” ujarnya.
Melalui forum ini, SBY berharap akan muncul ide-ide dan kolaborasi yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana seluruh elemen masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Dengan kekuatan ekonomi akar rumput, SBY percaya Indonesia dapat bertahan meskipun dalam tekanan ketidakpastian global yang kian meningkat.





