DPR TEKANKAN PENTINGNYA PEMANFAATAN CSR DAN KANTIN UNTUK SPPG!

Jakarta, Maret.id — Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dan kantin sekolah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dukungan ini dianggap sejalan dengan nilai-nilai gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia.
Dukungan untuk CSR dan Kantin Sekolah
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dalam wawancaranya menyatakan pentingnya pengelolaan dana CSR untuk mendukung program pemerintah. Menurutnya, mengambil bagian dalam berbagi makanan merupakan praktik sosial yang sangat mulia dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat luas.
“Kalau dana CSR bisa dikelola untuk mendukung program negara, itu sangat bagus. Ada nilai spiritual dan sosial di dalamnya berbagi makanan merupakan ibadah yang mulia,” ujar Edy. Ia menekankan bahwa keterlibatan dunia usaha melalui CSR akan memperkuat hubungan antara program pemerintah dan semangat gotong royong yang ada dalam masyarakat.
Pembangunan SPPG sebagai Prioritas
Edy Wuryanto juga menjelaskan bahwa Komisi IX DPR sejak awal mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, ia mengusulkan agar fokus utama BGN saat ini diarahkan kepada percepatan pembangunan SPPG. Hal ini dianggap penting agar jangkauan layanan dapat semakin luas dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tugas BGN saat ini fokus pada pembangunan SPPG, fokus ke situ dulu, kemudian ke depan dilakukan penyempurnaan. Persepsi publik terhadap keterlibatan CSR ini juga baik karena ada nilai sosial yang kuat,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa konsep dapur berbasis sekolah, atau “kitchen by school”, sebaiknya diperluas, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Model ini tidak hanya telah terbukti bermanfaat di Indonesia, tetapi juga diterapkan di beberapa negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan.
Kesiapan BGN untuk Berbenah
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan sejumlah perombakan. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan kantin sekolah dalam memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Fokus utama BGN saat ini adalah memastikan setiap anggaran dan sumber daya yang menghasilkan dampak yang optimal,” pungkas Nanik.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah paradigma pengelolaan gizi dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, harapan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesehatan gizi masyarakat akan semakin terbuka lebar.



