Pemerintah Kebut Pembangunan PSEL Nasional!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia sedang mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan menghasilkan energi yang ramah lingkungan.
Peningkatan Fokus pada Isu Lingkungan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa sampah merupakan bagian dari tiga krisis lingkungan global, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Menurutnya, dampak dari penyelesaian isu sampah telah menjadi semakin kompleks, mencakup tidak hanya kebersihan kota tetapi juga pembangunan dan ketahanan pangan.
Dalam pernyataannya di Pontianak pada 5 Juni 2026, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. “Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun, dan masih ada banyak yang belum terkelola dengan optimal,” ujarnya.
Strategi Pembangunan PSEL di Berbagai Daerah
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah berencana untuk membangun sekitar 30 lokasi PSEL yang akan difokuskan di kawasan perkotaan dengan volume sampah yang tinggi. Dalam waktu dekat, diharapkan akan ada tiga lokasi yang akan memasuki tahap peletakan batu pertama, sementara 12 lokasi lainnya masih dalam proses pemilihan mitra.
Zulkifli Hasan menargetkan bahwa fasilitas PSEL ini akan mulai beroperasi pada tahun 2028, sesuai dengan mandat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Ia menambahkan bahwa PSEL tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga berfungsi menghasilkan energi listrik dan menekan emisi karbon.
Berbagai Teknologi Pengolahan Sampah
Pemerintah juga sedang mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah lainnya, termasuk RDF, komposting, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), dan pirolisis. Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya memperkuat kebijakan pengelolaan sampah dan mendorong kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga lingkungan yang lebih baik.
“Kita semua perlu menguatkan kolaborasi, karena lingkungan yang terjaga sangat penting untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya. Dalam langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk terus berinovasi dan menerapkan teknologi baru guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih effektif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan pemerintah dapat mengatasi tantangan pengelolaan sampah secara komprehensif dan berkontribusi pada upaya global untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.



