Nanik Deyang Menggugat Transparansi dan Memperangi Kebocoran Anggaran MBG!

Jakarta, Maret.id — KRAy Intan, seorang tokoh dari YGHS dan ARENAS Prabowo 08, menyampaikan ungkapan selamat kepada Ibu Nanik S. Deyang yang baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pernyataannya yang diterima redaksi pada Jumat, 5 Juni 2026, Intan berharap agar kepemimpinan baru ini dapat melakukan pembenahan menyeluruh pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi pencapaian keadilan sosial bagi masyarakat.
Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis
Menurut KRAy Intan, langkah evaluasi dan moratorium sementara terhadap pembangunan dapur baru menunjukkan keberanian pemerintah dalam memperbaiki tata kelola program strategis. Dia menekankan bahwa program ini selama ini terlalu fokus pada ekspektasi statistika dan pencitraan formal, sementara kualitas makanan dan distribusi cenderung lemah. “Program rakyat tidak boleh dijalankan dengan mental proyek,” ujarnya tegas.
Fokus baru BGN yang menekankan pada kualitas makanan dan perhatian khusus pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dianggap Intan sebagai langkah kebijakan yang lebih substantif. “Yang dibutuhkan rakyat bukan angka besar di atas kertas, tetapi makanan yang benar-benar layak, sehat, bergizi, dan dapat diakses oleh mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Risiko Penyalahgunaan Anggaran
KRAy Intan juga mengingatkan potensi risiko penyalahgunaan anggaran dalam program bernilai besar seperti MBG. Dia mengkhawatirkan bahwa tanpa sistem pengawasan yang kuat, kepentingan kelompok tertentu bisa memanfaatkan program ini. “Jangan sampai program mulia Presiden Prabowo justru dimanfaatkan oleh oknum pemburu proyek dan mafia distribusi,” tegasnya.
Pembenahan MBG, menurutnya, harus selaras dengan semangat Pernyataan Politik 98 Resolution Network saat memperingati 28 Tahun Reformasi. Intan mencatat bahwa anggaran negara harus menjadi alat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat serta menutup kebocoran yang ada. “Semangat reformasi bukan hanya soal demokrasi politik, tetapi juga demokrasi ekonomi,” ungkapnya.
Panggilan untuk Kolaborasi dan Pengawasan
Ia mendukung evaluasi BGN terhadap ribuan dapur SPPG demi memperkuat sistem kontrol dan audit yang diperlukan. KRAy Intan mendorong pemerintah untuk lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam melakukan ekspansi tanpa memperhatikan kualitas. “Lebih baik pemerintah berhenti sejenak untuk memperbaiki sistem daripada memaksakan ekspansi tetapi meninggalkan masalah kualitas makanan dan distribusi yang tidak merata,” ucapnya.
Kritik terhadap Program MBG, menurutnya, harus difokuskan untuk memperkuat program tersebut, bukan melemahkan agenda kesejahteraan rakyat. “Kami mendukung penuh pembenahan MBG agar program ini berhasil. Ini bukan sekadar program makan gratis, tetapi investasi strategis negara untuk menyelamatkan masa depan generasi Indonesia,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komunitas 98 Resolution Network, YGHS dan ARENAS Prabowo 08 berkomitmen untuk mendukung, mengawasi, dan mengawal pelaksanaan Program MBG. “MBG harus menjadi simbol keberanian negara melawan ketimpangan sosial. Bukan sekadar proyek elit atau panggung pencitraan, tetapi gerakan nyata untuk membangun kualitas bangsa dari meja makan rakyat,” demikian tutup KRAy Intan Dewi Rumbinang.





