Pemerintah Tekankan Fundamental Ekonomi Solid untuk Percepat Pertumbuhan Sektor Riil!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat. Namun, dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya pemerintah untuk tidak hanya bergantung pada kekuatan tersebut, melainkan juga aktif melakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi yang lebih nyata.
Fokus Pemerintah pada Sektor Strategis
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program yang akan mempercepat pertumbuhan sektor riil. Prasetyo Hadi menyatakan, “Fundamental ekonomi kita memang cukup kuat, tetapi pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat,” ujarnya saat memberikan keterangan di depan anggota DPR RI pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Ketahanan pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah dalam rangka memastikan dampak yang positif bagi masyarakat. Selain itu, Prasetyo berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah agar tetap terjaga.
Optimisme Menuju Stabilitas Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg juga menekankan pentingnya optimisme dalam menjalankan fungsi dan tugas masing-masing untuk menjaga ekonomi tetap kuat. “Kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat dan tumbuh,” jelasnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, turut memberikan pendapat terkait hal ini dengan menyatakan bahwa koordinasi yang erat antara pemerintah dan BI sangat penting dalam menjaga stabilitas rupiah. Dalam dinamika global yang terus berkembang, pemerintah dan BI telah menyiapkan dua langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Langkah Strategis untuk Memperkuat Ekonomi
Perry Warjiyo menjelaskan bahwa langkah pertama adalah untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. “Hal ini bertujuan untuk mendorong kembali masuknya aliran modal asing,” ujarnya. Dua langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global saat ini.
Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan sangat diperlukan agar semua pihak dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga kestabilan ekonomi negara. Melalui upaya penyediaan program yang tepat dan efektif, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.





