Olahraga

Mbappe Bongkar Duel Piala Dunia yang Akan Selamanya Membekas di Ingatannya!

Jakarta, Maret.id — Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, baru-baru ini mengungkapkan keterpurukannya setelah kalah di final Piala Dunia 2022. Meskipun berhasil mencetak hat-trick dalam pertandingan yang menyentuh hati melawan Argentina, dia tidak memiliki niat untuk menonton ulang momen pahit tersebut, khawatir hal itu dapat menghidupkan kembali trauma emosional dari kekalahan yang menyakitkan.

Ikon Les Bleus: Hantu Qatar Masih Menghantui

Dalam sebuah wawancara, Mbappe terbuka mengenai beban emosional yang terus membayangi dirinya sejak pertandingan final di Doha itu. Prancis dipaksa menelan pahitnya kekalahan 4-2 di adu penalti setelah imbang 3-3 dalam waktu normal dan perpanjangan. Di usianya yang baru 23 tahun, ia telah menjadi pemain termuda yang berhasil tampil di dua final Piala Dunia. Namun, meskipun melampaui berbagai rekor individu, kekecewaan kolektif tetap menghantui langkahnya.

Drama Bersejarah yang Belum Usai

Dalam wawancara yang dilaksanakan menjelang turnamen Piala Dunia 2026, Mbappe mengingat kembali drama bersejarah itu. “Apakah saya menonton pertandingan itu lagi? Tidak pernah! Saya pikir, jika saya melakukannya, itu mungkin akan membangkitkan beberapa kenangan buruk,” ujarnya. Seakan menegaskan skala emosi yang terlibat dalam pertandingan tersebut, ia menggarisbawahi bahwa final itu adalah salah satu yang terhebat dalam sejarah, dengan banyaknya liku-liku dan ketegangan.

Pencapaian Bersama yang Terluka oleh Kekecewaan

Bukan hanya mendulang kesuksesan individu, penampilan Mbappe di final juga memecahkan sejumlah rekor. Dua gol yang dicetaknya dalam waktu hanya 95 detik menjadi sorotan utama, menampilkan kehebatannya dalam membalikkan keadaan bagi Prancis yang tertinggal dua gol. Salah satu golnya pada menit ke-81 dilaporkan memiliki kecepatan tembakan 123,34 km/jam, menjadikannya sebagai tendangan terkeras sepanjang turnamen tersebut.

Tentunya prestasi fantastis ini juga tertandingi dengan kekecewaan setelah melihat timnya gagal meraih trofi. Dengan lima gol, Mbappe menyamai rekor Geoff Hurst yang dicetak pada tahun 1966, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia.

Kenangan Menyakitkan di Afrika

Kini, setelah mengukir 56 gol dari 97 penampilan di ajang internasional, Mbappe kembali menyiapkan diri untuk memimpin skuad Les Bleus dalam babak penyisihan Grup I di Amerika Utara. Pertandingan pembuka melawan Senegal di MetLife Stadium pada 16 Juni menjadi daya tarik tersendiri. Namun, laga ini juga menjadi pengingat akan sejarah kelam Prancis pada Piala Dunia 2002, di mana mereka terjebak dalam kekalahan mengejutkan 1-0 dari Senegal.

Sikap Mbappe yang enggan mengingat kembali final Piala Dunia 2022 memberi gambaran jelas tentang dampak mendalam dari pertandingan tersebut. Ia, sebagai pemimpin yang diharapkan membawa Prancis meraih kembali kejayaan, harus mengatasi bayang-bayang masa lalu sambil fokus pada tantangan yang ada di depan. Manajer, Didier Deschamps, pun berharap Mbappe dapat mengalihkan energi positifnya dari prestasi individu untuk tim, sehingga Prancis mampu meraih kesuksesan yang diimpikan dalam turnamen mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button